“Kita sangat prihatin atas kejadian itu dan ini harus jadi yang terakhir. Saya mengajak semua pihak untuk sangat konsen terhadap urusan ini,” kata Aher.
Ia meminta khususnya kepada kepolisian untuk menyelidiki dengan tuntas penyebab para korban menenggak minuman keras oplosan dan mengapa bisa terjadi di Kabupaten Bandung yang sebelumnya kasus tersebut sering terjadi di wilayah Jabar bagian utara.
“Mari kita petakan kecenderungan kejadian seperti ini terjadi. Kalau sebelumnya kan di wilayah utara Jabar terus sekarang tiba-tiba ramai di Bandung,” ujarnya.
Baca Juga:Junaedi: Yakin Gerindra Tetap Solid Dukung Kalinga-SantyPlt Bupati Lantik 23 Pejabat Eselon II, III dan Fungsional
Aher juga meminta agar semua lembaga bersama-sama mengawasi termasuk lembaga keluarga. Menurutnya, bila anak-anak terdidik dan diawasi keluarga kecil kemungkinan terlibat pergaulan bebas yang dekat dengan minuman keras.
“Yang belum terjadi mari kita jaga bersama-sama, saya ingin semua lembaga terlibat ya termasuk lembaga keluarga mengawasi anaknya, kalau anak-anak terdidik di keluarga Insya Allah mereka tidak akan mencari kepuasan sesuai dengan bayangan-bayangan mereka,” pintanya.
Selain keluarga, pihak sekolah juga agar dapat mengantisipasi terjadinya hal itu. Selain mengajarkan mata pelajaran formal, guru juga harus memberikan tata nilai kehidupan sosial termasuk terus mengingatkan akan bahaya Narkoba dan Miras.
“Saya juga mengajak pimpinan sekolah untuk mengantisipasi ini, tentu di sekolah diajarkan mata pelajaran, disaat yang sama juga tata nilai harus diajarkan termasuk mewanti-wanti akan bahaya narkoba dan miras, di masyarakat juga harus saling mengawasi,” ucap Aher. (rls/hms)
