Percepatan Pembangunan Masjid Al Jabbar, Akses Tol Padaleunyi KM 149 Diusulkan Dibuka

Percepatan Pembangunan Masjid Al Jabbar, Akses Tol Padaleunyi KM 149 Diusulkan Dibuka
0 Komentar

Setelah pengerukan untuk danau retensi dan pemasangan tiang pancang selesai, barulah pengerjaan konstruksi bangunan masjid dikerjakan di atasnya. Pembangunan dikerjakan 354 hari sejak dikerjakan 21 Desember 2017 melalui pemasangan tiang pancang pertama oleh Gubernur Jabar Ahmad Heryawan.

Iwa mengatakan mengucapkan terima kasih kepada Muspika Gedebage dan masyarakat Gedebage yang telah memperlancar proses pembangunan masjid ini.

Masjid ini bergaya arsitektur moderen dan sarat dengan nilai-nilai Asmaul Husna. Masjid yang disebut-sebut sebagai salah satu masjid termegah di Indonesia ini akan memiliki museum sejarah Nabi Muhammad SAW dan museum Tiga Masjid Suci, termasuk Masjidil Aqsa.

Baca Juga:Aher Temui Warga Cirebon yang Terdampak BanjirHidup Sehat Bersama Albusmin, Menggelar Talkshow ‘Apa Arti Sehat Menurutmu’ Bersama Jansen Ongko

Masjid dengan struktur atap bertumpuk simetris berwarna putih dengan jendela berwarna-warni menutup sebagian besar dindingnya ini berdiri seperti mengambang di atas danau. Struktur masjid ini menggunakan bentang baja dan jendela atap berwarna.

Al Jabbar memiliki plaza di bagian depannya dan dikelilingi oleh empat menara berdesain moderen. Keempat menaranya pun tampak muncul dari dasar danau yang dikeliling taman dan pepohonan. Lokasinya terletak di Jalan Cimincrang Gedebage yang menjadi pusat pengembangan Ibukota Jawa Barat tersebut.

Rencananya masjid ini akan didirikan di lahan seluas 25,98 hektare, sebagian besar adalah danau retensi dan lahan terbuka hijau. Danau retensi ini akan berfungsi sebagai embung untuk mengendalikan banjir di Gedebage dan sekitarnya yang biasanya disebabkan oleh luapan anak-anak sungai Citarum.

Masjid yang diprakarsai oleh Gubernur Jabar Ahmad Heryawan ini berkapasitas 33 ribu orang, terdiri atas lantai dasar, lantai pertama, dan lantai mezzanine atau balkon. Semua lantai bagian utama masjid ini memiliki luas 21.793 meter persegi. Semua bangunan masjid ini didirikan di atas struktur fondasi tiang pancang di atas danau retensi.

Selain aula utama masjid, dibangun juga selasar penghubung atau koridor yang menelilingi selasar terbuka depan masjid, juga kolam, dan plaza masjid dengan total luas 17.429 meter persegi. Dari total lahan yang dibutuhkan, 22.100 meter persegi sudah dibebaskan, sedangkan 3,88 hektare sisanya dibebaskan 2018.

Pembangunan dilakukan oleh PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk, dengan nilai kontrak sekitar Rp 511 miliar. Masjid dibangun dengan struktur utama beton, rangka atap dengan struktur baja bentang panjang 99 meter, dengan penutup atap kaca dan alumunium solid panel dengan ketinggian 58 meter. Tiga menara berketinggian 33 meter, dan satu menara lagi 99 meter.

0 Komentar