Jadi PTN Era Aher, Unsika Sekarang Jadi Kampus Terbesar di Pantura

Jadi PTN Era Aher, Unsika Sekarang Jadi Kampus Terbesar di Pantura
0 Komentar

“Saya kira 30 hektar sangat memadai. Kampus Unsika ini harus bisa berfungsi sama dengan kampus yang punya luas lahannya lebih besar ketika berfungsi secara efektif dan minimalis, tetapi tidak sedikit pun kurang dalam melayani mahasiswa yang menjadi penghuni utama kampus ini,” ungkap Aher.

Menanggapi pembangunan masjid Al Hadi, usulan nama masjid Unsika dari Aher, dia menuturkan bahwa masjid merupakan bagian penting dari sebuah kawasan kampus. Menurutnya, harus ada keseimbangan antara kempuan soft skill dan hard skill para penghuni kampus.

“Kita ingin membangun mahasiswa tidak hanya knowledge atau penguasaan Ipteknya, tapi pada saat yang sama juga nuraninya, kejiwaannya. Kita ingin ada hard skill dan soft skill sekalian. Nah, kelemahan kita kali ini sering kali kampus hanya menitikberatkan pada hard skill, transfer knowledge dan keterampilan, kemahiran dalam ilmu-ilmu tertentu,” papar Aher.

Baca Juga:Percepatan Pembangunan Masjid Al Jabbar, Akses Tol Padaleunyi KM 149 Diusulkan DibukaAher Temui Warga Cirebon yang Terdampak Banjir

“Oleh karena itu, kita harus membangun mahasiswa dengan pembangunan yang utuh, lahir bathin, jasmani rohani, dunia akhirat, hard skill dan soft skill dibangun secara bersamaan. Masjid punya fungsi untuk menghadirkan pembangunan soft skill; ketaqwaan, ketaatan, penghambaan kepada Allah SWT. Dengan demikian kita bisa menghadirkan manusia yang utuh, manusia yang masagi,” lanjutnya.

Unsika berdiri sejak tahun 1965. Ketika itu namanya Sekolah Tinggi Hukum Pangkal Perjuangan. Pada tahun 1982 berkembang menjadi sebuah universitas. Dan pada 2 Februari 2014 Unsika berubah statusnya menjadi perguruan tinggi negeri (PTN). Saat ini, Unsika mempunyai sembilan fakultas dengan 26 program studi, serta tiga program studi pascasarjana.

“Ini (penegerian Unsika) akan selalu kami ingat. Ini amanah, kepercayaan bapak (Gubernur Aher) kepada seluruh masyarakat Kabupaten Karawang untuk kami jalankan sebaik-baiknya,” kata Bupati Karawang Cellica Nurachdiana dalam sambutannya.

Sementara itu, Rektor Unsika Wahyudin Zarkasyi mengungkapkan, pembangunan kawasan baru kampus Unsika akan dimulai pada 2020 mendatang. Dengan penegerian tersebut, Unsika pu mendapat bantuan APBN hingga Rp 25 Miliar per tahun.

“Walaupun bukan peletakan batu pertama kampus, dengan adanya jembatan maka kita bisa membangun 25 hektar kampus dan lima hektar untuk masjid. Rencana kita akan bangun delapan lantai,” tukas Wahyudin.

0 Komentar