KARAWANG – Pada 2014 lalu, Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika) menjadi salah satu universitas negeri yang di Provinsi Jawa Barat. Empat tahun berselang, Unsika berupaya mewujudkan mimpinya membangun kawasan kampus baru dengan fasilitas lengkap dan memadai di atas lahan seluas 30 hektar.
Upaya pembangunan kampus baru Unsika, diawali dengan pembangunan jembatan dan masjid. Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher), yang juga penggagas penegerian Unsika meresmikan jembatan yang menelan biaya hingga Rp 10 Miliar dari APBD Provinsi Jawa Barat. Selain itu, didampingi Bupati Karawang Cellica Nurachadiana dan Rektor Unsika Wayhudin Zarkasi, Aher juga melakukan peletakan batu pertama pebangunan masjid Unsika di lahan kawasan kampus baru Unsika di Jl. Lingkar Karawang Timur Kabupaten Karawang, Selasa (27/2/18).
Masjid Unsika akan dibangun di atas lahan lima hektar, melebihi luas lahan dimana kampus Unsika saat ini berdiri. Aher pun mengapresiasi upaya Unsika ini. Dari tiga kampus yang diajukan untuk berubah status menjadi kampus negeri, yaitu Universitas Siliwangi (Unsil) Tasikmalaya dan Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) Cirebon, Unsika adalah kampus pertama yang berhasil dinegerikan pada 2014.
Baca Juga:Percepatan Pembangunan Masjid Al Jabbar, Akses Tol Padaleunyi KM 149 Diusulkan DibukaAher Temui Warga Cirebon yang Terdampak Banjir
“Kampus ini akan menjadi lokomotif kemajuan pendidikan dan menjadi pengampu perguruan tinggi swasta di sekitarnya,” harap Aher dalam sambutannya.
Pemprov Jawa Barat sangat mendukung pembangunan kawasan kampus baru Unsika ini. “Saya akan catat untuk diperencanaan di 2019 Rp 20 Miliar untuk Unsika. Untuk masa depan katanya jangan ada keraguan,” tutur Aher.
Dengan pembangunan kawasan kampus baru, universitas yang saat ini mendidik 13 ribu mahasiswa ini akan menjadi kekuatan ilmiah baru yang akan merancang masa depan kawasan Karawang dan sekitarnya.
“Kita punya harapan ke depan di Jawa Barat kampus-kampus negerinya nambah. Daya tampungnya nambah. Pada saat yang bersamaan kemudian, kampus negerinya itu kita berharap punya tugas yang lain, yaitu mengampu kampus-kampus swasta, sehingga ke depan kampus swasta kualitasnya sama,” harap Aher.
Aher ingin meskipun Unsika hanya memiliki lahan 30 hektar, tapi memiliki fungsi efektif dan minimalis. Karena dengan luas lahan ini, gedung-gedung atau fasilitas kampus lain tidak dibangun secara berjauhan, sehingga akan membangun keakraban diantara para penghuni atau civitas akademika.
