Aher Temui Warga Cirebon yang Terdampak Banjir

Aher Temui Warga Cirebon yang Terdampak Banjir
0 Komentar

Sumarni (19), salah satu warga RW 09 KesuneanSelatan, Kelurahan Kasepuhan, Kecamatan Lemah Wungkuk, Kota Cirebon mengatakan banjir yang terjadi di rumahnya mencapai kedalaman lutut orang dewasa. Banjir ini kiriman dari Kuningan dan sudah terjadi hampir sebulan. Namun, kondisi saat ini sudah surut.

“Senin kemarin masih (banjir). Banjirnya kiriman dari Kuningan. Sudah hampir sebulan ini banjirnya,” tukas Sumarni.

Sementara itu, ditemui ditempat yang sama, Kepala BPBD Kota Cirebon Agung Sedijono mengungkapkan, bahwa banjir Cirebon terjadi karena luapan sungai dan rob. Sementara jumlah warga terdampak di RW 9 Kesunean Selatan, Kelurahan Kasepuhan, Kecamatan Lemah Wungkuk berjumlah tiga RT terendam dengan jumlah 90 kk atau 400-an jiwa.

Baca Juga:Hidup Sehat Bersama Albusmin, Menggelar Talkshow ‘Apa Arti Sehat Menurutmu’ Bersama Jansen OngkoMantap! Bank BJB Bagikan Deviden Rp 875 Miliar

“Banjirnya karena hujan lebat, rob, dan di sungai banyak hambatan. Dan terlalu lebat hujan di hulu,” ujar Agung.

Saat ditanya mengenai bantuan, Agung mengaku Pemkot Cirebon melalui Dinas Sosial telah koordinasi lewat bantuan bencana. Karena jumlah titik rawan banjir di Cirebon bertambah, secara keseluruhan jumlah kk terdampak mencapai 500 kk dengan jumlah mencapai 2.500-an jiwa.

“Bantuan pemkot sedang diproses. Tapi kalau dari CSR BJB tadi kirim 500 pax. Di RW 9 tadi akan kita salurkan dalam waktu cepat,” akui Agung.

Agung menambahkan, Kota Cirebon per 1 Desember 2017-31 Mei 2018 telah berstatus Siaga Darurat Bencana. Diperkirakan intensitas hujan masih akan tinggi hingga akhir Maret. “Sekarang juga bisa dibilang puncak (musim hujan) menurut BMKG,” ungkap Agung.

Terkait banjir ini, Pemkot dan Pemkab Cirebon juga Pemkab Kuningan telah rapat koordinasi. Hasilnya mereka sepakat akan bekerjasama melalukan normalisasi sungai.

“Kemarin sudah rapat koordinasi Pemkab Kuningan, Kabupaten dan Kota Cirebon. Kita sudah bersepakat masing-masing berbuat sesuatu. Terutama BBWS Cimanuk. Mereka punya program jangka pendek untuk pembukaan sumbatan. Jadi sungai-subgai yang jadi wewenangnya akan dilakukan pembersihan. Tentu sesuai anggaran yang ada. PU Kota juga lakukan pembersihan, karena di aliran sungai ini sampah, dan lain-lain,” papar Agung. (rls/hms)

0 Komentar