BANDUNG – Menghadapi hajatan politik pemilihan Gubernur Jawa Barat 2018, Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Universitas Padjajaran (Unpad) akan kembali menggelar program MIMPI (Mimbar Pemimpin Indonesia).
Hadir dengan tema ‘Ngaruwat Kandidat Keur Ngarawat Jawa Barat’, yang bermakna membersihkan diri para kandidat agar dapat merawat dan memelihara Jawa Barat agar menuju cita-cita rakyat dan para leluhurnya. MIMPI adalah sebuah Talkshow interaktif memberikan ruang secara luas kepada kandidat Paslon yang tengah bertarung dalam kontestasi menjadi pemimpin Jawa Barat.
“Dalam talkshow interaktif nanti, pasangan kandidat akan diberi ruang secara luas untuk mensosialisasikan diri ke berbagai kalangan, khususnya kalangan intelektual kampus, dimana kalangan ini memiliki variabel pengaruh bagi publik lain,” ujar Ketua Panitia MIMPI, Iman Kadarisman saat menggelar konferensi pers di Gedung Alumni Unpad, Bandung, Rabu (28/02/2018).
Baca Juga:Sobirin: Panwaslu Harus Seriusi Kasus Sekdes Dukung MendukungDinkes Tunda Imunisasi Difteri, Begini Penjelasan Kadinkes
Secara teknis, lanjut Imam, MIMPI akan menampilkan Pasangan Calon baik secara simultan maupun terpisah untuk digali lebih detail dan mendalam mengenai konsep yang dibawakan Paslon. “Harapan kami, melalui MIMPI ini para kandidat dapat memaparkan konsep dan pemikiran utamanya baik dalam bidang politik, sosial, budaya, pendidikan, kesehatan, pertahanan keamanan dan lainnya,” harap Imam.
“MIMPI (Mimbar Pemimpin Indonesia) merupakan bentuk kepedulian kami sebagai Alumni dalam perhelatan pesta demokrasi di Indonesia, khususnya Pilkada yang akan dilaksanakan serentak di Jawa Barat pada bulan Juni mendatang,” imbuh Imam.
Dalam acara konferensi pers, menghadirkan beberapa pakar sebagai narasumber, yakni Dr. Acep Iwan Saidi S.S., M.Hum sebagai budayawan dan pakar semiotika, Dr. Yusa Djuyandi Ketua Pusat Kajian Keamanan Nasional dan Global.
Dalam kesempatan itu, Dr. Acep Iwan Saidi mengatakan bahwa Calon Gubernur Jawa Barat sejatinya harus bisa memahami bahwa Jawa Barat memiliki potensi terbesar di Indonesia dalam berbagai bidang, terutama kekayaan pada tiga aspek diantaranya, Sumber Daya Manusia, Budaya dan Sumber Daya alam.
Aspek Sumber Daya Manusia, menurutnya, sebagai daerah dengan jumlah penduduk terbesar, pemimpin kedepan diharapkan mampu mengembangkan kepemimpinan yang memiliki daya tawar ke pemerintahan pusat dalam segala bidang politik, ekonomi, budaya dan hal lain. Mampu mengembangkan budaya berprestasi pada warganya dalam segala bidang, mampu melakukan kaderisasi kepemimpinan lokal, nasional, bahkan global yang kredibel.
