BANDUNG – Demi mensukseskan pelaksanaan Otonomi Daerah, dan meningkatkan sinergitas antar Daerah Provinsi, serta menciptakan hubungan yang harmonis antar Daerah Provinsi, Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) menggelar rapat kerja nasional (rakernas) 2018.
Bertempat di The Trans Luxury Hotel Bandung, Rakernas APPSI Tahun 2018 dihadiri seluruh Delegasi dari 34 (tiga puluh empat) Provinsi. Pun rapat kerja diselenggarakan pada tanggal 21 s.d 23 Februari 2018.
Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, mengatakan Pemerintah Daerah perlu membentuk kekuatan yang besar, dengan menyatukan berbagai kekuatan yang ada dari masing-masing daerah dengan bekerjasama dan bersinergi.
Baca Juga:6 Pejabat Memperebutkan Posisi 2 Jabatan Kepala DinasAkibat Sungai Dangkal, Lima Blok di Desa Pamijahan Plumbon Terendam
Sejalan dengan tema Rakernas “Kerja Sama Perdagangan Antar Daerah untuk Penguatan Ekonomi Nasional”, Pemerintah Provinsi diharap bisa bekerjasama untuk mengatasi hambatan lingkungan untuk mencapai tingkat produktivitas perdagangan yang lebih tinggi.
Mendagri Tjahjo Kumolo juga menuturkan, pihak-pihak yang bekerjasama dapat mencapai kemajuan yang lebih tinggi. Dengan kerjasama, masing-masing daerah akan mentransfer ilmu, ketrampilan, dan informasi.
“Setiap daerah akan berusaha memajukan atau mengembangkan dirinya dari hasil belajar bersama,” kata Tjahjo, saat Pembukaan Rakernas APPSI 2018 di Bandung, Jawa Barat, Rabu (21/02/2018).
Tjahjo menggambarkan, apabila suatu daerah secara sendiri-sendiri memperjuangkan kepentingannya, ia mungkin kurang diperhatikan, tetapi bila ia masuk menjadi anggota suatu forum kerjasama daerah, maka suaranya akan lebih diperhatikan.
Disamping itu, pihak-pihak yang bekerjasama dapat memperkecil atau mencegah konflik. Dengan kerjasama, daerah-daerah yang semula bersaing ketat atau sudah terlibat konflik, dapat bersikap lebih toleran dan berusaha mengambil manfaat atau belajar dari konflik tersebut.
Sehingga masing-masing pihak lebih merasakan keadilan, sebab ada transparansi dalam melakukan hubungan kerjasama, serta komitmen untuk tidak mengkhianati partnernya tetapi memelihara hubungan yang saling menguntungkan secara berkelanjutan.
“Kerjasama ini dapat menghilangkan “ego daerah.” Melalui kerjasama tersebut, kecendrungan “ego daerah” dapat dihindari, dan visi tentang kebersamaan sebagai suatu bangsa dan negara dapat tumbuh,” katanya.
Baca Juga:Rapat Paripurna Terpaksa Ditunda, Begini Alasannya!Tanggul Cisanggarung Jebol, Lima Desa Di Ciledug Banjir
“Contohnya, Pak Gubernur Jawa Barat (Aher) ini, kalau tidak berbaik hati dengan Pak Gubernur Jawa Timur akan repot, karna Pakde Karwo ini tiap hari mengirim 650 lebih ekor sapi ke Jawa Barat. Timbal baliknya, hasil tekstil di Jabar dikirim ke Jatim,” tutur Tjahjo Kumolo.
