Rakerda IWAPI ke XXVI ini mengambil Tema: “Meningkatkan Daya Saing Wanita Pengusaha Jawa Barat Menuju Pasar Global dengan Teknologi Digital”. Ketua Umum IWAPI Jabar Masrura Ramidjla menuturkan, pihaknya sengaja mengambil tema tersebut, karena pengusaha perempuan juga perlu memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan produksi dan memperkuat pemasaran produk yang dihasilkan, sehingga bisa bersaing secara global.
“Karena dengan berkembangnya teknologi informasi kita harus menyadari bahwa kita tidak boleh lengah, harus terus mengikuti perkembangannya dan memanfaatkannya untuk kemajuan produk usaha kita. Baik mulai dari proses produksi sampai dengan pemasarannya hingga pasar global,” ucap Masrura.
“Kita berharap dimasa yang akan datang penggunaan teknologi informasi ini akan lebih meningkatkan daya saing kita sebagai perempuan pengusaha di Jawa Barat, khususnya kontribusi kita terhadap perekonomian di Jawa Barat ini,” tambahnya.
Baca Juga:Akses Non Tol Menuju Bandara Kertajati Selesai Mei 2018Pembeli Misterius Bawa Kabur Motor Vario Milik Pedagang Ayam Bakar Di Serang Kulon
Ada sekitar 130-an pengusaha perempuan hadir dalam Rakerda ini. Mereka merupakan pengurus IWAPI dari 26 DPC kabupaten/kota di Jawa Barat. Selain rapat yang mengagendakan evaluasi dan pembuatan program kerja setahun ke depan, dalam Rakerda ini juga digelar pameran berbagai macam produk dalam IWAPI Bazar Expo. Seperti produk kerajinan, pakaian, hingga produk kuliner. Pameran diikuti peserta dari 16 DPC, 37 UKM, dan 10 sponsor.
Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) merupakan wadah bagi perempuan pengusaha Indonesia, berdiri sejak 10 Februari 1975. Eksistensi dan komitmen IWAPI sebagai satu-satunya organisasi perempuan pengusaha terbesar di Indonesia, hadir untuk memajukan perempuan Indonesia yang mandiri secara ekonomi. Tujuannya adalah untuk membantu ekonomi keluarga menuju Indonesia sejahtera dengan berbagai kegiatan.
Ketua DPP IWAPI Dyah Anita Prihapsari mengatakan, kepengurusan IWAPI sudah ada di 32 provinsi, hingga pengurus tingkat kabupaten/kota, serta kecamatan atau Dewan Pengurus Ranting. Saat ini anggotanya lebih dari 30 ribu perempuan pengusaha di seluruh Indonesia.
“Kami mempunyai program yang fokus kepada tiga, yaitu meningkatkan Sumber Daya Manusia, kemudian membuka jaringan untuk marketing, dan membuka akses permodalan,” tutur Dyah dalam sambutannya.
Lanjut Dyah, perempuan sangat tepat untuk melakukan bisnis. Karena menurut Dyah, perempuan adalah pengembali kredit terbaik. Sementara 60 persen dari jumlah pengusaha di Indonesia juga kaum perempuan. Selain itu, perempuan memiliki karakter yang ulet, setia, dan tabah. “Berdasarkan buku Medeleine Albright juga dikatakan bahwa 90 persen dari profit perempuan pengusaha kembali kepada keluarga dibanding dengan laki-laki kembalinya hanya 30 sampai 40 persen,” pungkas Dyah. (rls/hms)
