BEKASI – Unit Reskrim Polsek Cikarang Barat Polrestro Bekasi, berhasil membekuk 3 dari 4 pelaku pencurian dengan kekerasan (curas) di Jalan Raya Setu depan STTD Kampung Cibuntu RT 001/012 Desa Cibuntu, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Minggu (28/01/2018) dini hari lalu. Bahkan, petugas terpaksa menembak 3 pelaku lainnya karena berusaha melawan.
Kepala Kepolisian Sektor Cikarang Barat, Komisaris Polisi Hendrick Situmorang menerangkan, total ada 4 pelaku, yang tertangkap adalah PPG (21), TN (24), dan TB (21), sementara 1 pelaku lainnya RM (21) masih buron. “Kita amankan 3 pelaku, mereka beraksi di Jalan Raya Cibuntu, tepatnya di depan STTD. Mereka beraksi dini hari, mengincar pemotor yang berkendara sendirian kemudian memepet dan mengancam dengan senjata tajam,” ungkap Kompol Hendrick, Selasa (06/02/2018) malam.
Ia menjelaskan, kelompok begal lokal asal Cikarang mempunyai kriteria calon korban yang akan mereka garap. “Mereka beraksi dini hari. Jam 12 malam ke atas. Mereka mengincar pengendara motor yang sendirian di tengah jalan sepi,” ucapnya.
Baca Juga:Hari Kartana: Apresiasi Antusias Para Pelajar Terhadap IV Pilar PancasilaPanwaslu Kota Bandung Akan Panggil Kepsek SMAN 10 Bandung
Dijelaskan Hendrick, peristiwa tersebut terjadi pada saat korban atas nama Prima Apriyanto (28) sedang mengendarai sepeda motor Honda Beat F 2196 IF seorang diri, tiba-tiba dipepet oleh 4 orang laki-laki tidak dikenal dengan mengendarai 2 sepeda motor. Salah satu pelaku berinisial TB mengacungkan sebilah samurai ke arah korban sambil berteriak “Serahkan HP”. Kemudian, pelaku membacok-bacokan samurai yang masih dalam sarungnya ke tubuh korban berkali-kali hingga korban terjatuh.
“Saat beraksi, mereka selalu berempat dengan membawa 2 motor. Saat calon korban akan digarap. Mereka memepetkan motor sembari mengancam korban dengan sebilah samurai. Samurai pendek yang kalau dimasukkan ke sarungnya tampak seperti tongkat besi,” tutur Hendrick.
Para pelaku tak segan menebas calon korbannya sampai motor pindah ke tangan mereka. Pelaku juga merampas ponsel milik korbannya. “Pelaku tidak memilih-milih jenis motor,” katanya.
Usai mendapat begalan, lanjut Hendrick, mereka menjualnya secara utuh ke Karawang dan uangnya digunakan para pelaku untuk memenuhi kebutuhan hidup.
Dengan berbekal informasi masyarakat setempat, petugas mengejar hingga mendapatkan mereka. Saat akan digerebek, TN, PPG, dan TB melawan. Mereka dihadiahi timah panas. TN dan PPG terkena di bagian kaki kiri dan TB terkena di bagian perut. Hingga saat ini, TB masih dirawat di RS Kramat Jati, Jakarta Timur.
