“Proyeksi (penumpang) tahun ini kalau kemudian itu (70 juta penumpang) akan bisa kita alihkan paling tidak dalam waktu yang sangat pendek, dua juta traffic passenger paling tidak kita bisa alihkan ke Kertajati hanya enam bulan pertama. Karena kita akan mulai operasi sekitar Juni,” kata Muhammad.
Untuk itu, Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brojonegoro berharap pada BIJB bisa menjadi komplemen Bandara Soekarno-Hatta. “Jadi, dari kami (Kementerian PPN/Bappenas) dari sisi perencanaan yang melihat ke depan. Maksimalkanlah Kertajati ini sebagai komplemennya Soekarno-Hatta. Ini (BIJB) bukan pesaing tapi sebagai komplemen,” ujar Bambang.
KSO 17 tahun ini harus bisa menjadi pembelajaran yang baik bagi BIJB. BIJB harus mempunyai komitmen untuk menjadi Badan Usaha Bandar Udara (BUBU) tersendiri. Manfaat yang lebih luas, BIJB harus mampu menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru di Jawa Barat.
Baca Juga:Pengelolaan SMA dan SMK Diambil Alih Provinsi Jabar, Komisi IV DPRD Kab. Bekasi Akan Lakukan KunjunganAseng Junaidi, Calon Plt Sekda Bandung Barat
“Ide pertama mungkin di Indonesia sebagai aerocity. Jadi, tidak hanya bandara atau airport tapi juga kota yang basisnya bandara. Dan saya harapkan Direksi BIJB bisa benar-benar memanfaatkan properti yang ada di sekitar Bandara Jawa Barat, sehingga akhirnya bisa memberikan keuntungan dan bisa menjadi – kalau buat Pak Gubernur, sumber pertumbuhan baru di Jawa Barat, bisa menjadi kota baru yang tidak hanya mengurangi beban kota lain. Jangan Jawa Barat itu hanya bertumpu ke Bandung, Bogor, Cirebon,” pungkas Bambang. (rls/hms)
