Bripka Sutarto: Soal Kemacetan Serta Infrastruktur Jalan Perlu Adanya Campur Tangan Pemerintah Dan Dinas Terkait

Bripka Sutarto: Soal Kemacetan Serta Infrastruktur Jalan Perlu Adanya Campur Tangan Pemerintah Dan Dinas Terkait
0 Komentar

“Untuk jalan Provinsi sendiri masih mengalami hambatan, karena beberapa faktor antara lain, Galian PDAM, badan jalan terlalu sempit (dalam satu jalur ada dua jalur), jalan rusak dan penataan (tata kota) yang tidak teratur serta drainase yang tidak berfungsi,” sambungnya.

Ia menyebutkan, salah satunya yang berada di depan Pos 06 bawah fly over, saluran sama sekali tidak berfungsi dengan baik. Di depan Pos 07 Gemalapik juga drainase rusak, jalan rusak/amblas, pertigaan untuk manuver dari dalam ke arah Lippo sempit karena adanya Pohon, tiang listrik dan reklame, serta galian PDAM tidak segera kunjung selesai, dan pelaksana maupun dinas terkait tidak menghiraukan dengan kepentingan pengguna jalan.

Menurutnya, hal tersebut perlu disampaikan, bahwa selain titik lokasi di atas, hal ini juga terjadi kepadatan dan kemacetan, khususnya di jalan Serang sampai Cibarusah, Kabupaten Bekasi.

Baca Juga:Sokong Terus Pangandaran, Aher Puji Kemajuan PADBapaslon Rakyat Bentuk Tim Pemenangan dan Tim Kampanye

Selain itu, jalan kabupaten dalam hal ini yang menjadi akses transportasi terutama jalan Inspeksi Kalimalang. Adapun yang jadi hambatan, jalan amblas rusak depan PT Gunung Garuda, hal ini tidak kunjung diperbaiki.

“Untuk sementara, sudah diuruk, akan tetapi lebih baik diperbaiki secara permanen agar kokoh dan kuat, supaya pada saat hujan tidak terjadi keamblas tanah lagi,” kata Sutarto.

Ia menambahkan, pembangunan jalan baru yang belum bisa digunakan, lamban dalam penyelesaiannya, banyaknya titik simpangan yang tidak adanya petugas.

“Class jalan yang tidak jelas, serta minimnya rambu-rambu lalu lintas. Hal ini sulit untuk penegakkan hukum secara langsung,” pungkas Bripka Sutarto. (fjr)

0 Komentar