Jika kita tidak teliti, penjual-penjual “nakal” ini mampu memalsukan dan mengurangi kadar dari emas yang kita beli. Dengan begitu, uang yang kita beli tidak akan sepadan dengan emas yang kita dapatkan.
Alih-alih berinvestasi dan mendapatkan keuntungan, dalam kasus ini kita malah mendapatkan kerugian. Maka dari itu, perlu bagi calon pembeli emas untuk melihat tempat yang terpercaya, baik dari segi penjual dan kemanan selama bertransaksi.
Dengan resiko membeli emas secara konvensional, pemula atau generasi muda bisa coba menggunakan aplikasi jual beli emas fisik yang berbasis digital. Mantan anggota DPRD DKI Jakarta, Wanda Hamidah menjelaskan, “Setelah saya pikir-pikir memang membeli emas ke toko dengan membawa uang itu cukup beresiko dari segi keamanan-nya.”
Baca Juga:Sertijab Kuwu Jatiseeng Dan Filosofi “Desa Ibarat Rumah”Komisi I Anggap Pengangkatan Plt Sekda Tidak Sah
Ia juga menambahkan bahwa emas menjadi investasi yang menguntungkan, untuk semua kalangan, terutama ibu rumah tangga. “Dua tahun lalu, saya beli emas di toko itu masih Rp 400 ribuan, sekarang sudah menjadi Rp 600 ribu per-gramnya,” tambahnya.
Tak usah khawatir soal pajak PPh 22 terkait pembelian emas batangan
Berkaitan dengan keputusan Direktoral Jenderal (Ditjen) Pajak pada 2 Oktober 2017 yang mengenakan pajak penghasilan (PPh) 22, untuk pembelian emas batangan tidak perlu dikhawatirkan.
PT. Antam sendiri telah mengkonfirmasi bahwa memang betul mereka telah menerapkan PPh ini. Namun terdapat tarif yang ditentukan bagi masyarakat yang memiliki NPWP dan tidak. Bagi masyarakat yang memiliki NPWP, dikenakan pajak sebesar 0,45 persen. Sementara yang tidak punya NPWP, dikenakan tarif 0,9 persen.
Menanggapi hal ini, CEO Tamasia, Muhamad Assad kembali menuturkan sistem PPh di aplikasi yang ia buat tersebut. “Di Tamasia, harga yang kami tuliskan sudah termasuk pajak dari Antam. Sehingga tidak perlu khawatir adanya penambahan harga,” jelasnya.
Gunakan investasi emas untuk kebutuhan masa depan
Berinvestasi dengan emas memang bicara soal jangka panjang. Maka dari itu, pemula harus mulai menetapkan tujuan investasinya ketika memulai investasi. Berbagai kebutuhan masa depan seperti membangun rumah, menabung untuk menikah dan tabungan hari tua bagi anak bisa dimanfaatkan melalui investasi emas.
