“Insya Allah tertangani,” Aher meyakinkan.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Prov. Jabar mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan mencari informasi pada sumber-sumber yang dapat dipercaya terkait perkembangan situasi pascagempa.
Kepala Pelaksana BPBD Prov. Jabar Dicky Saromi mengatakan untuk keakuratan informasi, masyarakat dihimbau mengakses informasi dari media yang kredibel dan media sosial BPBD, BMKG, dan BNPB.
“Menyusul banyaknya berita hoaks yang beredar, kami menganjurkan masyarakat untuk mencari informasi perkembangan melalui (misal) twitter BPBD Jabar di @BPBDJabar,” katanya.
Data mutakhir dari BPBD Jabar per 16 Desember 2017 Pukul 19.00 WIB mengenai Dampak Kerusakan Rumah dan Saran Akibat Kejadian Gempa Tasikmalaya 15 Desember 2017 di 8 Kabupaten /Kota di 76 Kecamatan sebagai Berikut:
Baca Juga:Arah Angin NasDem Saat Ini “Ternyata” Tertarik ke Petahana dan LuthfiSIM Keliling Buka Layanan Selasa-Rabu di SGC
1. Rumah Total : 668 Unit
a. Rusak Ringan : 217 Unit
b. Rusak Sedang : 291 Unit
c. Rusak Berat : 160 Unit
2. Sarana dan Prasarana
a. SD : 10 Unit
b. SMP : 1 Unit
c. SMA : 4 Unit
d. Mesjid : 6 Unit
e. Kantor : 2 Unit
f. PAUD : 1 Unit
g. Madrasah : 10 unit
h. Aula :1 unit
i. Rumah Sakit : 1 Unit
3. Korban
a. Meninggal Dunia : 1 Orang
b. Luka-Luka : 6 Orang
c. Pengungsi : 200 Orang (Posko)
Dicky mengungkapkan posko pengungsi yang sudah dibangun baru di Kab. Ciamis sebagai yang terdampak paling parah. ” Kami juga mengirimkan kebutuhan logistik ke Ciamis, berupa makanan siap saji, tenda, family kit, kebutuhan anak. Ini terutama karena stok logistik di Ciamis sudah menipis,” jelasnya.
Sampai saat ini pihaknya masih berkoordinasi dengan para petugas di lapangan dari BNPB dalam konteks kedaruratan. Sedangkan untuk rehabilitasi pascabencana, katanya,masih memerlukan waktu pengkajian lanjutan. (rls/hms)
