Seusai Marhabanan, lanjutnya, Buyut Kayu Perbatang yang sudah dimandikan dan di kafani kemudian di masukan kedalam balong, Pada saat akan di masukan kedalam balong, seorang muadzin mengumandangkan adzan.
Prosesi/Ritual Muludan di Balong Kramat Pangeran Mancur Jaya berakhir dengan dimasukannya kembali Buyut Kayu Perbatang Kedalam Balong Kramat tersebut.
Lebih lanjut dirinya mengatakan pada prosesi Muludan kali ini juga dilaksanakan sejumlah kegiatan diantaranya Festival Tari Topeng & Cek Kesehatan Organ Tubuh Secara gratis.
Ribuan warga setempat berbaur dengan pengunjung yang datang dari berbagai daerah seperti Indramayu, Majalengka, dan Kuningan, bahkan dari luar kota memadati jalanan menuju lokasi balong keramat.
Baca Juga:Dasim : Aspirasi Para Guru Akan Disampaikan Ke SenayanPanwaskab Langsung Kaji Berkas Sengketa Bacalon Independen
Masyarakat yang datang menaburkan bunga atau nyekar sebagai bentuk penghormatan terhadap tradisi leluhur. Masyarakat setempat meyakini kayu peninggalan Wali tersebut, mengandung karomah dan memiliki beberapa keistimewaan. Salah satunya, kayu tersebut setiap tahun panjangnya selalu berubah. Selain itu kayu tersebut memiliki sifat-sifat seperti layaknya manusia. (gfr)
