Sebelum menerangkan program yang akan dilakukan, Pangdam Doni Monardo mengajak untuk kembali mengingat sejarah bahwa leluhur sunda sangat menghargai “ci” yang berarti air, hanya di jawa barat, kata Doni, sebagian besar penamaan wilayah menggunakan awalan “ci”. Selain “ci” ada juga “ki” (pohon), kedua-duanya oleh para leluhur sangat dijaga dan dilindungi keberadaan dan kelestariannya dilihat dari bagaimana memperlakukan dengan mengabadikan di setiap penamaan wilayah menggunakan kata “ci” dan “ki”. “Saat ini, kemana air?kemana pohon?” tukas Pangdam.
Untuk itu, mustahil bagi dirinya untuk bisa menyelesaikan kerusakan sungai citarum jika tidak diselesaikan dan diperjuangkan secara bersama-sama, kata Pangdam, diperlukan semua unsur terlibat dalam melaksanakan penyelesaian kerusakan ini. Dibutuhkan keterlibatan dari Ulama, tokoh masyarakat, tokoh seniman dan budaya, akademis, penggiat lingkungan dan khususnya masyarakat aliran sungai citarum.
Sebelum program kembalikan harum citarum disetujui oleh Menko Kemaritiman, Kodam III Siliwangi telah menerjunkan pasukannya untuk membenahi pencemaran dan kerusakan yang terjadi di hulu sungai citarum tepatnya di Situ Cisanti, Kab. Bandung. Sejak 10 hari yang lalu prajurit Kodam Siliwangi melakukan pembersihan sampah, mengangkat sedimentasi serta penanaman bibit tanaman vetiver yang berguna menjaga tanah pinggiran sungai dari erosi dan sedimentasi. Hal ini dijelaskan Kapendam III Siliwangi Kol. Arh. Desi Ariyanto bahwa sebelum pasukan diterjunkan ke hulu sungai citarum, kondisi situ cisanti sebagai hulu sungai telah mengalami sedimentasi dan pencemaran sampah plastik, selain itu banyak lahan hutan sekitar hulu sungai yang berubah menjadi lahan tanaman kebun, “kondisi saat ini sudah lebih baik setelah tim prajurit diterjunkan, tak ada lagi sampah, pendangkalan hulu karena sedimentasi sudah dilakukan pengerukan dan keliling situ ditanami tanaman vetiver sebagai penahan tanah dibibir sungai”, jelasnya.
Baca Juga:KPU Nyatakan Bacabup Jalur Perseorangan Tidak AdaAngkat Tema “FOAMtastic”, bjb NovembeRun 2017 Sukses Digelar
“Selain sedimentasi dan sampah, kita bisa lihat lima puluh sampai seratus meter radius lahan hutan situ cisanti sudah banyak berubah menjadi lahan kebun, Sementara ini sesuai perintah pangdam, pasukan akan tetap ada disini untuk memberi edukasi kepada masyarakat untuk tidak berbuat yang dapat mencemari hulu sungai citarum”, pungkas Kepala penerangan Kodam Siliwangi. (cuy)
