“Jepang menganggap dunia keperawatan ini sangat penting. Kami membutuhkan banyak perawat. Tapi kendala saat ini, jika menerima perawat dari luar negeri, adalah penguasaan bahasa Jepang yang masih kurang. Juga kami memiliki keterbatasan di bahasa Inggris,” katanya.
Asisten Profesor Sekolah Keperawatan Universitas Shizuoka, Negishi Mayumi, mengatakan pihaknya sangat bersemangat dan memberikan support yang sangat besar kepada Jawa Barat untuk menjalin kerja sama di bidang pendidikan keperawatan ini.
“Kami yakin ini adalah kerja sama yang sangat tepat. Bisa menguntungkan banyak pihak dan bermanfaat. Bisa kita mulai kerja sama dengan universitas atau sekolah tinggi di Jawa Barat. Ini akan sangat bagus,” katanya.
Baca Juga:MIPI Awards, Aher Praktisi Pemerintahan yang Jadi PanutanUnit Dikyasa Sat Lantas Polrestro Bekasi Gelar Binluh Bagi Pelajar
Selama ini diketahui, Jepang terus membutuhkan tenaga perawat untuk ditempatkan di fasilitas kesehatan. Sedangkan, kebutuhan untuk perawat pribadi bagi lansia pun kian besar. Hal ini disebabkan setiap tahunnya jumlah lansia di Jepang semakin banyak akibat tingginya angka harapan hidup di negara tersebut. (hms/rls)
