CIREBON – Koalisi yang telah dibangun dan terjalin komunikasi yang baik antara Partai Gerindra dan PKS kabarnya sudah terlebih dahulu mengeluarkan rekomendasi bakal calon bupati dan wakil bupatinya untuk Pilkada bupati dan wakil bupati Cirebon 27 Juni 2018 mendatang.
Pasangan yang telah dipersiapkan oleh kedua partai tersebut ialah telah memunculkan nama kandidat calon bupati dari Partai Gerindra dengan memunculkan sosok Yon Haryono dan sosok calon wakil bupatinya dari PKS yaitu memunculkan nama sosok H Satori. Pasangan tersebut memiliki jargon “Noto Cirebon” (Menata Kabupaten Cirebon Lebih baik).
Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Cirebon, Drs H Subhan saat dimintai kebenaran kabar tersebut dirinya sangat menyayangkan kabar pasangan bupati dan wakil bupati Cirebon dari partainya ini masih belum final.
Baca Juga:Besok Operasi Zebra Dimulai, Ini Bidikan Pelanggarannya!69 Anggota Panwascam Resmi Dilantik
“Sekarang kita masih tahapan survei, partai kita belum mengeluarkan siapa yang direkom dan belum tentu juga sosok itu yang direkom,” tegas Subhan, Selasa (31/10/2017).
Dikatakan Subhan, kabar pasangan Yon Haryono dan Satori yang sudah menyebar tersebut pihaknya sekali lagi menegaskan bahwa dirinya tidak mengetahui secara persis dan ditegaskan kembali, partainya saat ini belum mengeluarkan rekomendasi kepada siapapun. “Saya tidak tahu mas, itu mungkin keinginan sendiri saja. Kita pastikan kelima bakal calon bupati yang mendaftar melalui partai kita porsinya masih sama yakni untuk bisa mendapatkan rekomendasi itu,” tukasnya.
Sementara itu, Ketua DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Cirebon Junaedi ST terkait pasangan Yon Haryono dan Satori dirinya satu kesepahaman dengan ketua DPC Partai Gerindra yang menyatakan bahwa pasangan atau rekomendasi itu belum final.
“Calon dari PKS itu kan tinggal dua yaitu saya dengan Pak H Satori, nah saat ini komunikasi yang dibangun antara bakal calon kita dengan bakal calon Gerindra tidak kaku, sebaliknya komunikasi antar partai pun sama kita masih berkomunikasi yang artinya tidak haram, keputusan akhirnya ya kembalikan lagi kepada partai politik, karena partai politik sebagai komandan yang memutuskannya,” ujar Junaedi.
Dikatakan Junaedi, sejauh ini keputusan akhir dari komunikasi antara bakal calon bupati maupun partai belum ada kesepakatan akhir. Tapi tetap meskipun komunikasi intens antara bakal calon dan mendapatkan kecocokan, keputusan akhir tetap ada pada partai politik. “Kita mengacunya pada hasil survei siapa yang pantas untuk dijadikan kandidat nantinya,” jelasnya.
