“Daya tampung itu tentu dipengaruhi oleh kemampuan finasial masyarakat juga yang terpenting karena faktor jarak, ada siswa yang menempuh 15 hingga 20 KM untuk bisa menjangkau sekolahnya, siswa lain boleh jadi tidak mampu begitu, akibatnya putus sekolah, itulah kita saat ini sedang menghadirkan sekolah-sekolah di daerah pinggiran dengan membangun USB,” papar Aher.
Dalam kesempatan pengarahan di hadapan para kepala sekolah tersebut Aher meminta manajemen sekolah dapat sigap dalam menyerap alokasi anggaran yang sudah disediakan untuk operasional sekolah, upaya ini tentu guna mengurangi beban sekolah dan menghindari pungutan yang tidak perlu dan dibebankan kepada orang tua siswa.
“Saya minta manajemen sekolah sigap dalam mengelola keuangan, anggaran yang sudah dialokasikan untuk operasional segera untuk diserap dan digunakan untuk mengurangi beban sekolah, silakan manfaatkan semaksimal mungkin, sepanjang dapat dipenuhi oleh pemerintah maka hindari pungutan yang tentu membebani orang tua,” papar Aher.
Baca Juga:Semburan Lumpur Panas Susulan di Tempat Yang BerbedaSebanyak 2.207 Botol Miras & 447 Tuak Disita Polisi Tasik Kota
Sementara itu, ditemui usai kunjungan Gubernur, Kepala Sekolah SMA Negeri 2 Kota Bekasi, Ekowati mengungkapkan bahwa kunjungan Aher tersebut bisa memberikan motivasi bagi para Kepala Sekolah, Guru, dan para siswa. Ekowati berharap, setelah alih kelola ini mutu pendidikan SMA/SMK di Jawa Barat lebih baik diikuti dengan peningkatan kesejahteraan para tenaga pendidiknya.
“Kita akan lebih dekat (antara sekolah dengan Pemprov). Dan kami berkomitmen semua guru se-Kota Bekasi akan menjadi guru yang profesional,” kata Ekowati.
“Kita komunikasi, koordinasi dengan pihak provinsi juga tidak ada masalah. Karena didukung dengan teknologi juga, bisa melalui WA (Whats App), telepon. Bagi kami ke provinsi jadi lebih dekat, tidak ada kendala apapun dengan kemajuan teknologi ini,” pungkasnya. (hms/rls)
