Diduga Bodong, Galian C Di Gempol Sudah Beroperasi 3 Tahun

Diduga Bodong, Galian C Di Gempol Sudah Beroperasi 3 Tahun
0 Komentar

CIREBON – Sebuah galian C diduga bodong (tak berizin) di Gunung Borok, tepatnya di Desa Walahar, Kec Gempol, Kab Cirebon, sudah beroperasi sejak 3 tahun terakhir. Keberadaan galian C di dekat Tol Cipali itu, mengancam sekitar 3.000 nyawa yang tinggal di desa Walahar, khususnya di Dusun Karasak dan Kalimati. Ironisnya, hingga 2017 ini, belum ada pihak yang menindak tegas galian diduga ilegal tersebut.

Warga setempat menduga, beroperasinya galian C seluas lebih dari 1 hektar itu karena pengusaha galian dengan inisial K memiliki dekingan sejumlah oknum. “Beroperasinya tahun 2014, lalu pas Tol Cipali dibuka galian C itu ditutup, lalu tak berapa lama beroperasi lagi. Ya pokoknya banyak masalah lah,” ujar Samiun, warga setempat, Jumat (20/10/2017).

Ia dan warga lainnya sudah mematok “harga mati” agar galian C tersebut segera ditutup total karena bisa mengakibatkan longsor. Bahkan warga pun mengaku tak bergeming meski diiming-imingi uang kompensasi. “Harapan saya segera dihentikan, takut alam marah, lalu terjadi longsor,” ucapnya.

Baca Juga:Masih Promo, Suzuki GSX-R150 dan GSX-S150 Ini Sudah Masuk Periode Semester Kedua PeluncuranGubernur Aher Nikahkan Putra Kedua

Ia menjelaskan, di Gunung Borok ada sumber air yang mengalir hingga ke bawah. Dengan radius ke permukiman penduduk sejauh 1 kilometer. Dikhawatirkan, jika terus dikeruk secara membabi buta, resapan air akan berkurang dan rapuh dibawah, sehingga mengakibatkan tanah ambruk. “Kalau pun ada kompensasi dari pihak galian, saya gak mau, takut saya sih. Dapet gak seberapa, kalau kena kasus ke bawa-bawa,” cetus lelaki setengah baya ini.

Sementara itu, saat jabarpublisher.com bersama sejumlah rekan wartawan mencoba mengkonfirmasikan masalah ini kepada Kuwu Desa Walahar, Sami’an, kantornya sudah sepi. JP pun akhirnya bertandang ke rumah kuwu, namun yang bersangkutan sedang tidak berada di rumah. “Bapak keluar, pulangnya malam, HP nya ditinggal,” ucap Istri Kuwu Walahar.

Adapun berdasarkan info yang diterima redaksi, buntut dari buka tutupnya operasi galian C tersebut mengakibatkan kekisruhan baik di pemerintah desa maupun di kalangan masyarakat. Bahkan karena masalah ini, kabarnya Ketua Karang Taruna desa setempat mengundurkan diri dari jabatannya.

0 Komentar