Wartawan di salah satu media cetak di Bekasi itu menyayangkan sikap Kejaksaan yang mencoba mengintimidasi pekerjaan wartawan. “Sebagai wartawan, kami tidak memiliki kepentingan dengan Kejaksaan sampai harus dipanggil seperti itu. Jujur saja saya merasa tidak nyaman diperlakukan seperti itu,” ucapnya.
Pada aksi unjuk rasa tersebut, Kajari Risman akhirnya mendatangi wartawan bersama Kasi Intel, Adawan. Namun, sayangnya, pertemuan yang berlangsung di depan halaman Kejaksaan itu tidak berbuah hal positif. Terlebih ketika Kajari enggan menyampaikan permintaan maaf.
“Saya bukan tidak mau berbicara dengan wartawan, silakan (bicara). Tapi kalau masalah pribadi jangan dibawa kewartawanan, saya tidak suka diwawancara kamu. (Kenapa?) tanya pada rumput yang bergoyang. Saya tidak ada urusan dengan wartawan… (Soal tugas wartawan yang dilindungi oleh Undang-undang Pers) itu urusan Anda,” tukas Risman.
Baca Juga:Predator Tujuh Anak Dibawah Umur Ini Ternyata Tuna WicaraS. Chandrasekhar Kupas Tentang Bintang Kerdil Putih
Menurutnya, masalah tersebut adalah merupakan masalah pribadi. “Ini masalah pribadi, bukan sama banyak wartawan. Jadi, ga usahlah bawa-bawa wartawan,” ucapnya.
“Kalau memang masalah pribadi, jangan permalukan kami di depan umum. Kalau memang masalah pribadi, kenapa tidak dibicarakan secara tatap muka? Jadi, tidak saling mengutamakan ego masing-masing. Seolah-olah melecehkan profesi kami sebagai jurnalis. Mungkin, kalau bisa dimusyawarahkan, musyawarahkan lah dengan kepala dingin,” pungkas Aji, Ketua IWO Kabupaten Bekasi. (fjr)
