Padukan Dua Kutub Keilmuan, Aher: Ponpes Mampu Hadirkan Moralitas Kuat Bagi Umat

Padukan Dua Kutub Keilmuan, Aher: Ponpes Mampu Hadirkan Moralitas Kuat Bagi Umat
0 Komentar

“Siapa yang bisa menyaring (segala informasi di media sosial atau mainstream) saat ini? Ya pembangunan karakter santri-santri kita, pembangunan karakter anak-anak didik kita. Dengan nilai-nilai agama, dengan nilai karakter Indonesia, sehingga mereka tidak terpengaruh oleh arus informasi yang akan merubah budaya, perilaku, budi pekerti, yang telah dimiliki bangsa kita,” papar Jokowi.

“Ini bukan sesuatu yang gampang untuk diselesaikan. Semua mengeluh hal yang sama. Kata salah satu kepala negara bilang ke saya bahwa media mainstream bisa kita kuasasi, tapi kalau media sosial tidak bisa kita kuasai. Apabila media sosial tidak ada yang membentengi, tidak yang memagari. Ya inilah fungsinnya, pentingnya pondok-pondok Pesantren Muhammadiyah memberikan pemahaman yang benar kepada anak didik, kepada santri-santrinya,” jelasnya.

Muhammadiyah

Ada 1.094 santri ada di Ponpes Darul Arqam Muhammadiyah Kabupaten Garut. Sementara Muhammadiyah memiliki sebanyak 230 pesantren di seluruh Indonesia. Ketua Umum PP Muhammadiyah Haidar Nashir mengungkapkan, bahwa Muhammadiyah menyambung mata rantai dari sistem pendidikan Islam Indonesia sebelumnya yang dahulu basis kuatnya adalah pondok pesantren lama.

Baca Juga:Kelurahan Bahagia Sabet Juara II Terbaik Sinergitas Kinerja Penyelenggaraan PemerintahMagnitude Sonicfair Siap Guncang Kota Kembang

Kemudian digagas oleh KH. Ahmad Dahlan pada 11 Desember 1911, ketika itu berdiri Madrasah Diniyah Al Islamiyah. Namun dengan format baru. Di satu pihak menyerap nilai-nilai kepesantrenan di masa lalu yang kuat di basis ilmu-ilmu keagamaan atau Diniyah. Namun, menurut KH. Ahmad Dahlan memandang tidak cukup arus baru modernisme awal-awal abad ke 20.

“Maka digagaslah sebuah sistem pendidikan Islam modern yang memadukan ilmu agama dan ilmu umum secara terintegrasi. Kemudian tidak sekadar teori tapi juga menanamkan keahlian. Dan itulah yang menjadi cikal bakal dari sistem pendidikan Muhammadiyah yang basisnya pada sistem modern kelanjutan dari masa lampau yang diperbaharui. Bentuknya ada Pondok Pesantren, Sekolah, Madrasah, serta Boarding School. Apabila digabungkan, bentuk-bentuk sekolah tersebut akan menjadi sebuah pondok pesantren yang cukup besar di Indonesia,” papar Haidar.

Momentum Rakornas ini diharapkan mampu memberikan kekuatan bagi Muhammdiyah untuk bekerja bersama semua elemen bangsa. Mencerdaskan kehidupan bangsa, termasuk moral, dan nilai-nilai keagamaan. Selain itu, pada kesempatan ini dilakukan pula peletakan batu pertama pembangunan Rumah Sakit PKU Darul Arqam Muhammadiyah.

0 Komentar