Padukan Dua Kutub Keilmuan, Aher: Ponpes Mampu Hadirkan Moralitas Kuat Bagi Umat

Padukan Dua Kutub Keilmuan, Aher: Ponpes Mampu Hadirkan Moralitas Kuat Bagi Umat
0 Komentar

“Oleh karena itu, pesantren sebagai tulisan sejarah harus berkembang dengan ajaran di negeri kita. Karena kekhasan Indonesia dengan penjagaan moral yang sangat kuat selama ini, itu karena salah satunya kehadiran pesantren-pesantren,” lanjutnya.

Ada sekitar 12.000 ponpes di seluruh Jawa Barat. Pesantren memiliki cara pendidikan khas yang tidak dimiliki tempat-tempat lain. Cara mendidik yang menghadirkan keseimbangan kehidupan antara dunia dan akhirat, serta keseimbangan materi dan rohani.

Untuk itu, Aher menyambut baik atas digelar Rakornas Pondok Pesantren Muhammadiyah di Kabupaten Garut. Bagi dirinya, adalah kehormatan dan kebanggaan Muhammadiyah menunjuk Jawa Barat sebagai tuan rumah. Rakornas tersebut sekaligus juga napak tilas perjalanan Muhammadiyah di Jawa Barat yang berawal dari Garut. Garut memiliki kedekatan historis dengan perjalanan Muhammadiyah sebagai organisasi masyarakat terbesar di Indonesia. Menurut Aher, Muhammadiyah telah memberikan kontribusi bagi sektor kehidupan yang sangat beragam di negeri ini.

Baca Juga:Kelurahan Bahagia Sabet Juara II Terbaik Sinergitas Kinerja Penyelenggaraan PemerintahMagnitude Sonicfair Siap Guncang Kota Kembang

“Teriring harapan Rakornas ini berjalan lancar tanpa hambatan berarti, serta dapat menghasilkan program-program strategis yang senantiasa mengedepankan kepentingan dan kemaslahatan umat dan mampu memberikan manfaat besar bagi warga Pondok Pesantren Muhammadiyah khususnya, dan umat Islam serta masyarakat pada umumnya, khususnya di Jawa Barat,” harap Aher.

Indonesia adalah negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia. Menurut data BPS (2010), penduduk Muslim di Indonesia mencapai 207 juta jiwa. Dengan jumlah penduduk Muslim yang besar, serta peran Pondok Pesantren, Presiden Jokowi berharap Indonesia mampu menghalau dan mengantisipasi segala potensi negatif, seperti hoax, ujaran kebencian, dan provokasi.

“Sekarang telah terjadi transisi perubahan. Landscape ekonomi, interaksi sosial, dan politik global berubah. Kenapa terjadi perubahan seperti ini. Karena pola komunikasi sosial kita berubah. Adanya gawai, smartphone itu mengubah pola interkasi sosial yang ada,” ungkap Jokowi dalam sambutannya di pembukaan Rakornas ke-2 Pondok Pesantren Muhammadiyah.

Lebih lanjut Jokowi mengatakan, perubahan-perubahan seperti ini harus bisa disadari oleh masyarakat Indonesia. Termasuk interkasi sosial dalam media sosial. Beragamnya informasi yang ada di sosial media – baik informasi negatif atau positif harus bisa diwaspadai masyarakat. Hal tersebut, kata Jokowi bisa mempengaruhi generasi saat ini.

0 Komentar