Demiz Serahkan BSPS di Rancabuaya

Demiz Serahkan BSPS di Rancabuaya
0 Komentar

Rumah layak huni bisa menjadi indikator tingkat kesehatan masyarakat. Apabila masyarakat sehat, mereka pun bisa mengenyam pendidikan dengan baik. Dengan begitu kualitas hidup dan tingkat kesejahteraan masyarakat akan semakin meningkat pula.

Pada kesempatan ini, Wagub juga berterimakasih dan memberikan apresiasinya kepada para fasilitator program Rutilahu di Jawa Barat. Peran fasilitator dalam program pembangunan rutilahu yaitu mendorong masyarakat bergotong royong membangun rumah tidak layak huni, serta mengawasi penggunaan dana stimulam tersebut.

Proses pembangunan setiap unit Rutilahu bisa memakan waktu dua hingga tiga bulan. Ukuran setiap Rutilahu bermacam-macam, seperti salah satu proyek rutilahu yang dipantau Demiz masih dalam proses pembangunan memiliki ukuran 4×6 meter. Bantuan ini pun disambut baik oleh masyarakat penerima bantuan.

Baca Juga:Pajak MBLB Rendah, Aktifis Desak Penegak Hukum Bentuk Satgas KhususBayi Fivin Meninggal, Tim Investigasi Dinkes Belum Dapatkan Kesimpulan

Aep (59) mengatakan sebagai penerima manfaat Rutilahu di Desa Purbayani, Kecamatan Caringin, Kabupaten Garut, dirinya menyambut gembira program ini. “Berarti ini ada perhatian dari Pemerintah. Harapan ke depan supaya Pemerintah bisa lancar kasih perhatian dan kasih bantuan untuk masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Camat Caringin Sutiaman mengatakan bahwa bantuan pembangunan Rutilahu memberikan manfaat besar bagi warganya. Hal tersebut merupakan salah satu upaya yang dilakukan oleh Pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan sekaligus memberdayakan kehidupan masyarakat. Kata Sutiaman, progres pembangunan Rutilahu di kecamatannya rata-rata sudah mencapai 30%.

“Kami sangat berterimakasih dengan pembangunan Rutilahu ini. Setidaknya pengentasan kemiskinan di Kecamatan Caringin bisa lebih cepat, apalagi rekan-rekan unsur Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan – dalam hal ini Pak Danramil dan Pak Kapolsek mengerahkan pasukannya untuk mengawasi pelaksanaan renovasi dari Rutilahu tersebut,” ucap Sutiaman.

Sebelumnya, Demiz berserta rombongan sempat bersilaturahin dengan Kepada Sekolah, Guru, dan siswa/siswi SMA Negeri 28 Garut dan UPTD Puskesmas Sukarame di Jl. Letjen S Parman, Desa Purbayani, Kecamatan Caringin, Kabupaten Garut. Demiz sempat melihat sarana serta pelayanan di Puskesmas yang bersih dan asri ini. Jumlah pasien yang berobat ke Puskemas ini mengalami penurunan setiap tahunnya.

Mengkahiri kunjungan kerjanya selama dua hari ke Jabar Selatan, Demiz bersama rombongan berkunjung ke objek wisata Situ Cileunca di Pangalengan, Kabupaten Bandung. Di danau buatan seluas 1.400 hektar ini Demiz menabur benih ikan sebanyak 1,1 juta ekor. Hal ini merupakan upaya untuk meningkatkan produksi serta konsumsi ikan masyarakat Jawa Barat, serta mendukung sektor pariwisata di Pangalengan.

0 Komentar