Demiz Bakal Undang Presiden Ke Sukabumi, Wah Ada Apa Ya?

Demiz Bakal Undang Presiden Ke Sukabumi, Wah Ada Apa Ya?
0 Komentar

Sebelumnya, Presiden Jokowi mengatakan tahun ini akan dimulai pembangunan (jalur kereta double track) dari Bogor-Sukabumi. “Insya Allah, tahun depan — ini baru disurvei juga — akan diteruskan Sukabumi-Cianjur-Kota Bandung,” katanya pada Hari Raya Idul Adha 1438 H di Kota Sukabumi, Jumat (1/9/17) lalu.

Jokowi menyebutkan untuk pembangunan jalur kereta Bogor-Sukabumi Pemerintah Pusat telah menganggarkan kurang lebih Rp 400-an Miliar. Mengingat besarnya manfaat bagi percepatan mobilitas orang dan barang, Jokowi menyatakan akan melanjutkan proyek tersebut hingga Cianjur dan Bandung. Rencananya proyek tersebut akan dimulai tahun depan dan selesai pada 2019 mendatang.

Sementara untuk Jalan Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi), Jokowi juga berkomitmen menyelesaikan pembangunan proyek tol yang seharusnya dimulai pembangunannya pada 1996 ini.

Baca Juga:Patroli Sabhara Bubarkan Remaja Sedang Pesta Miras Di TasikIni Hasil Razia Geng Motor & Narkoba Di Kota Tasik

Ciletuh-Palabuhanratu Geopark terdiri dari 8 (delapan) kecamatan dan 71 desa di Kabupaten Sukabumi. Ada berbagai jenis seni dan budaya melengkapi kawasan yang juga telah ditetapkan sebagai kawasan Geopark Nasional ini.

Untuk itu, CGF sengaja digelar sebagai momentum untuk meningkatkan apresiasi dan pelestarian seni dan budaya Ciletuh-Palabuhanratu guna mendukung penetapan kawasan tersebut sebagai geopark dunia. Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Kadisparbud) Jawa Barat Ida Hernida menjelaskan, bahwa event CGF tersebut untuk mengenalkan potensi pariwisata seni dan budaya Ciletuh-Palabuhanratu Kabupaten Sukabumi.

CGF adalah salah satu upaya Pemprov Jawa Barat untuk melindungi, mengembangkan, dan memanfaatkan daerah tujuan wisata Geopark Ciletuh-Palabuhanratu. “Adapun tujuannya adalah meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap seni-budaya di Palangpang juga meningkatkan potensi budaya di kawasan Geopark Ciletuh, serta memberikan wadah promosi seni-budaya di kawasan Pantai Palangpang, Geopark Ciletuh-Palabuhanratu ini,” ungkap Ida dalam sambutannya pada pembukaan CGF 2017 kedua di Pantai Palangpang.

CGF di Pantai Palangpang ini dibuka dengan pelepasan tali Kolecer atau kincir khas Palangpang. Ida mengatakan bahwa Kolecer dan Pencak Silat tengah diajukan oleh Indonesia sebagai Warisan Budaya Dunia Tak Benda kepada Unesco. Untuk itu, pihaknya tidak ingin kekayaan budaya tersebut diakui oleh pihak atau negara lain.

CGF menampilkan berbagai kegiatan, seperti pameran produk kerajinan dan kuliner khas masyarakat Ciletuh dan Palabuhanratu. Selain itu, ada penampilan seni yang melibatkan 200 seniman seniwati, helaran budaya, Seni Cepet, Rengkak Panyadap, Jipeng, Gondang, Tutunggulan, Suligar, Pencak Silat, Wayang Golek, dan lainnya.

0 Komentar