Terakhir, kata Gus Hasan, organisasi besar seperti NU juga harus diurus dengan “kesungguhan”. Sehingga berat atau tidaknya dalam mengemban amanah sebagai pengurus NU, tergantung dari niat serta kesungguhan.
“Yang pasti organisasi ini masih dibutuhkan masyarakat. Semangat bagi yang sudah dilantik menjadi pengurus lembaga. Mudah-mudahan bisa berjuang dan bekerja yang baik untuk dakwah NU,” kata Gus Hasan.
Ketua PCNU Karawang, KH. Ahmad Ruhyat Hasby menambahkan, tema pelantikan lembaga dan Mukercab kali ini memiliki makna yang mendalam terkait isu kekinian yang sedang terjadi secara nasional maupun lokal.
Baca Juga:Rieke Diah Pitaloka, Kunjungi Istri Korban Dibakar Massa di BekasiNyumarno: Jangan Terulang Lagi, Mari Aktif Perangi Gizi Buruk
Dengan tema kegiatan menyayangi mayoritas melindungi minoritas, sambung Kang Uyan, ia berharap PCNU Karawang akan selalu menjaga nilai-nilai pluralisme di atas semua perbedaan di tengah-tengah masyarakat.
“Mengapa di sini FKUB (Forum Kerukunan Umat Beragama) juga hadir, karena NU akan selalu menjaga pluralisme. Selamanya NU akan menjadi organisasi pengaman di Indonesia dalam menyikapi beragam perbedaan suku, ras bahkan agama,” pungkas Kang Uyan. (adk)
