3. Astri Lestari (Tasikmalaya).
Pendamping Berprestasi Wilayah Jabar 3:
1. Agus (Purwakarta),
2. Moni Ratnaningsih (Majalengka),
3. Tita Garmila (Sumedang)
Para Pendamping Berprestasi Juara 1 mendapatkan hadiah berupa piagam penghargaan dan 1 unit sepeda motor, Pendamping Berprestasi Juara 2 mendapatkan hadiah piagam penghargaan dan 1 unit laptop, dan Pendamping Berprestasi Juara 3 mendapatkan hadiah berupa piagam penghargaan dan 1 unit tablet.
Penghargaan untuk Kabupaten/Kota Pemberi Dana Sharing Terbesar:
1. Pemerintah Kabupaten Bandung,
2. Pemerintah Kabupaten Bogor, dan
3. Pemerintah Kabupaten Sukabumi
Sebagai bentuk penghargaan, Pemprov Jawa Barat juga memberikan uang muka sepeda motor Rp 4 juta kepada 2.300 pendamping dengan jumlah anggaran mencapai Rp 9,6 Miliar. Tahun depan rencananya Pemprov Jawa Barat juga akan menganggarkan APBD untuk uang muka sepeda motor bagi para pendamping yang belum mendapatkan bantuan.
“2018 Insya Allah, tentu ini bagian dari peran provinsi untuk melancarkan program PKH,” tutur Aher usai acara.
Baca Juga:Jelang Pilkada Serentak 2018 Kota dan Kabupaten Cirebon Jangan TerlenaAkhirnya, “Donald Bali” Si Penghina Islam Dibekuk Bareskrim
Acara Annual Summit PKH ini juga mendapat apresiasi dari Kementerian Sosial (Kemensos) RI. Dirjen Perlindungan dan Jaminn Sosial Kemensos Harry Hikmat mengungkapkan, Annual Summit adalah salah satu inovasi dan inisiasi yang dilakukan oleh Pemprov Jawa Barat untuk PKH, khususnya kepada para pendamping dan operator.
Untuk itu, pada kesempatan ini Gubernur Jawa Barat mendapat piagam penghargaan dari Menteri Sosial RI atas komitmen dan dukungannya untuk program PKH. Gubernur Aher mendapat penghargaan untuk tiga upaya, yaitu:
1. Peningkatan Dana Dampingan APBD untuk PKH,
2. Pemberian Sarana dan Prasarana bagi Pendamping dan Operator PKH, dan
3. Bantuan Operasional Sekretariat Pelaksana PKH.
“Ini bisa menjadi contoh untuk gubernur lain di Indonesia. Dan kami sudah pastikan kegiatan Annual Summit yang sudah terselenggara di Jawa Barat ini dan menjadi tradisi tahunan. Ini suatu inovasi dan inisiasi yang sangat bagus dan belum ada di provinsi-provinsi lain,” ujar Harry.
PKH merupakan program pengentasan kemiskinan yang dilakukan secara bertahap, sistematis, dan terencana. Program ini harus terus didorong melalui penguatan kelembagaan, serta sarana dan prasarana yang diperlukan untuk eksistensi PKH ke depan.
Berdasarkan data BPS Tahun 2016 jumlah penduduk Jawa Barat mencapai 47,37 juta jiwa yang tersebar di 27 kabupaten/kota. Tercatat sebanyak 4,2 juta jiwa atau 8,8% dari total jumlah penduduk berada dalan kategori miskin. Jumlah tersebut menurun jika dibandingkan dengan persentase jumlah penduduk miskin tahun 2015 yang mencapai 9,4% dari total jumlah penduduk yang mencapai 46,7 juta jiwa.
