Melalui program PKH, Aher berharap akan mengubah kondisi para penerima manfaat atau Keluarga Penerima Manfaat (KPM). “Kalau tadi sudah ada pengusaha mebel, mudah-mudahan ibu terus maju perusahaannya atau dunia usahanya, sehingga bisa menjadi contoh dari PKH pun tidak saja mengentaskan ketidakmampuan menjadi mampu tetapi mengentaskan ketidakmampuan menjadi mampu dan menjadi pelaku usaha sekaligus,” ungkap Aher.
Hal tersebut dialami oleh peserta PKH 2009 dari Kabupaten Cianjur, Aminah Zein. Wanita ini kini punya usaha di bidang furniture atau mebel, sehingga bisa menyekolahkan anaknya hingga perguruan tinggi. Aminah mengaku dirinya bisa terlepas dari kemiskinan dengan bantuan dari para pendamping yang selalu memberikan dukungan di bidang usaha dan pendidikan.
“Saya berterimakasih kepada pendamping saya yang selalu memberikan motivasi, support pendidikan maupun di bidang usaha. Terimakasih kepada Program Keluarga Harapan yang telah melepaskan saya dari rintangan kemiskinan, mudah-mudahan PKH tetap jaya dan barokah,” tukas Aminah.
Baca Juga:Jelang Pilkada Serentak 2018 Kota dan Kabupaten Cirebon Jangan TerlenaAkhirnya, “Donald Bali” Si Penghina Islam Dibekuk Bareskrim
Dalam acara ini hadir 2.200 orang pendamping serta 282 operator dari seluruh Jawa Barat. Jumlah pendamping di Jawa Barat ada sebanyak 3.692 untuk mendampingi 1.033.537 KPM. Annual Summit ini digelar sebagai ajang tukar informasi antarpendamping. Selain itu, ada juga pembekalan untuk meningkatkan kapasitas mereka, terutama kepada para pendamping baru yang tahun ini berjumlah 1.700 orang.
Annual Summnit PKH Jabar 2017 kali ini mengangkat Tema: “Dengan Semangat Annual Summit Kita Tingkatkan Komitmen para Pendamping dan Operator PKH untuk Membangun Sumber Daya Manusia Indonesia yang Sehat dan Cerdas, Kreatif, Berkualitas dalam Berbagai Kehidupan”.
Pada kesempatan ini, dipilih tiga Pendamping Berprestasi dari tiga wilayah. Diberikan pula penghargaan kepada tiga kabupaten yang telah memberikan dana sharing terbesar. Kepala Dinas Sosial Jawa Barat Arifin Harun mengatakan, apabila dana sharing PKH yang berasal dari APBD ini diakumulasikan bersama antara dana sharing kabupaten/kota dan provinsi di Jabar akan ada kenaikan dana hingga 300%.
Pendamping Berprestasi Wilayah Jabar 1:
1. Rodiah (Sukabumi),
2. Asep Sopian dari (Bogor),
3. Astri Yustiniawati (Cianjur).
Pendamping Berprestasi Wilayah Jabar 2:
1. Ai Rukayah (Bandung),
2. Yudi M Ikbal (Ciamis),
