Di Twitter, sejumlah pengguna juga mempertanyakan. “Telegram diblokir, salahnya apa? Aku suka Telegram. Banyak channel-channel asik di sana,” ujar @byeerda.
“Saya bukan teroris saya pakai Telegram karena sangat bermanfaat #savetelegram,” kata @malthuf86.
BBC Indonesia mencoba menghubungi Kominfo untuk keterangan lebih lanjut namun, Kepala Informasi dan Humas Kementerian Komunikasi dan Informatika, Noor Iza, enggan menjelaskan lebih lanjut dan mengatakan bahwa “keterangan resmi akan segera disampaikan.” (dbs)
