Jabar Masuk Dalam Provinsi Nominasi Unggulan

Jabar Masuk Dalam Provinsi Nominasi Unggulan
0 Komentar

Sementara program nonstruktural melalui penghijauan kawasan hulu sungai. Konservasi kawasan hutan diyakini akan memperkecil kemungkinan banjir. Konservasi ini dilakukan tidak hanya dengan tanaman tegak saja, namun juga tanaman-tanaman produktif seperti kopi yang bisa juga berdampak pada ekonomi masyarakat.

“Ada juga program kultural, tentu program ini membangun kebiasaan baru masyarakat untuk tidak mengotori lingkungan. Dalam konteks Citarum kami lakukan gerakan Lima Tidak, di hulu Tidak Menebang Pohon, ke hilirnya nanti Tidak Membuang Limbah Ternak, Tidak Membuang Limbah Rumah Tangga, Tidak Membuang Limbah Industri, dan Tidak Membuang Sampah ke Sungai,” jelas Aher.

Program Citarum Bestari menjadi fokus atau unggulan pengelolaan lingkungan hidup Pemprov Jawa Barat. Program Citarum Bersih, Sehat, Indah, dan Lestari (Bestari) ini digulirkan sejak 2014 dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan.

Baca Juga:Ogi Diringkus Polisi Karena Gorok Leher Mantan Istri Hingga KritisDipakai Untuk Apa Banprov Jabar Di Desa Babakangebang & Sumberlor?

“Program ini adalah upaya kita untuk menyelesaikan Citarum yang sering kali kotor karena limbah industri dan limbah lainnya. Dengan Citarum Bestari ini, Alhamdulillah di sebagian sungai sudah bisa ditanami ikan, kemudian sampah fisiknya sangat berkurang dibandingkan sebelum ada program ini,” kata Aher.

Agar lebih efektif, Citarum Bestari juga melibatkan perusahaan terutama perusahaan atau pelaku industri yang ada di sekitar Sungai Citarum. Berbagai sosialisasi dan pemahaman kepada para pelaku industri penting agar setiap perusahaan memiliki Instalasi Pengelolaan Limbah (Ipal).

“Kita kerjasama dengan mereka (pelaku industri), sesegera mungkin memperbaiki Ipal, mendayagunakan Ipal, Ipalnya digunakan bukan hanya dibuat. Dan sebagiannya (pelaku industri) ketika masih mem-bandel juga, law enforcement,” tutur Aher.

Dari sisi penegakkan hukum, Pemprov Jawa Barat juga membentuk Satuan Manunggal Satu Atap (Samsat) untuk Citarum. Unsur yang ada di dalam Samsat Citarum ini yaitu aparat Pemprov Jawa Barat, Pemkab/Pemkot terkait, Kejaksaan Tinggi Jawa Barat, Kepolisian Jawa Barat, TNI, juga BBWS (unsur Pemerintah Pusat).

“Sungai ini (Citarum) mengaliri 420 ribu hektar sawah, yang menjadi sumber pangan masyarakat Jawa Barat termasuk Jakarta. 18 persen hasil pangan (nasional) berasal dari Jawa Barat dan 12 persen (persawahan) diantaranya diairi oleh Citarum. Juga listrik yang didayagunakan lewat air (Citarum) itu ada 2.500 megawatt listrik dengan PLTA terbesar di Indonesia,” pungkas Aher.

0 Komentar