Untuk arus balik, pihak kepolisian akan fokus untuk menyelesaikan masalah di Nagreg, pasar, serta beberapa tempat wisata dan kuliner. Terlebih lagi, Tito menambahkan saat ini belum ada penyelesaian infrastruktur yang signifikan di Gentong dan Nagreg.
“Alhamdulillah lancar semua arus mudik. Nah, untuk Gentong-Nagreg ini ada permasalahan topografi (jalan) yang berkelok-kelok dan yang kedua adalah adanya pasar, restoran, lalu berhenti untuk selfie, dan lain-lain,” kata Tito.
“Artinya tahun ini kita harus tangani dengan cara-cara yang lebih banyak manualnya. Seperti pengaturan pasar agar tidak ke jalan mengganggu arus lalu lintas balik. Kemudian yang kedua, kita berlakukan manajemen lalu linta yaitu satu jalur ketika terjadi kepadatan, buka-tutup jalan,” paparnya.
Baca Juga:Dua Bocah Ditemukan Bersimbah Darah Di Aliran Sungai Ciloseh, Satu TewasPolisi Tembak Mati Pelaku Penikaman Terhadap 2 Anggota Brimob
Tito menghimbau bagi pemudik dari Bandung yang akan menuju Garut dan Tasikmalaya agar berangkat pada pagi hari. Hal ini untuk memberi kesempatan bagi pemudik balik dari Garut dan Tasikmalaya menuju Bandung. Arus balik akan meningkat pada siang hari hingga malam terutama jelang akhir pekan ini.
“Saran kepada masyarakat yang lain yang akan arus balik. Kalau arus dari Bandung menuju ke arah Garut-Tasikmalaya berbesar hati gunakan pagi hari. Hindari siang dan malam hari. Selama Jumat-Sabtu dan Minggu ini,” jelas Tito.
Sementara angka kecelakaan pada arus mudik tahun ini di jalur Selatan Jawa Barat menurun signifikan. Angka kecelakaan turun hingga 47%, korban meninggal dunia turun 68%, luka berat turun 20%, dan luka ringan turun 52%. (hms/rls)
