Sementara itu, pendapatan yang bersumber dari Lain-Lain Pendapatan Daerah yang Sah, realisasinya mencapai Rp 28,46 Miliar lebih atau 99,30% dari anggaran yang telah ditetapkan sebesar Rp 28,66 Miliar lebih. Sesuai dengan susunan mata anggaran, penerimaan ini berasal dari Pendapatan Hibah yang realisasinya mencapai Rp 23,46 Miliar lebih atau 99,16% dari anggaran yang telah ditetapkan sebesar Rp 23,66 Miliar lebih, serta pendapatan dari Dana Penyesuaian dan Otonomi Khusus sebesar Rp 5,00 Milyar atau 100,00% dari anggaran yang telah ditetapkan sebesar Rp 5,00 Miliar.
Dalam kesempatan ini, Aher juga menyampaikan bahwa penyerapan anggaran Jawa Barat juga meningkat hingga 93,66 % atau terbesar sepanjang Jawa Barat berdiri. “Dari sisi pendapatan rata-rata pendapatan kita surplus ya. Dari sisi belanja, belanja kita optimal. Penyerapan kita 93,66 persen terbesar sepanjang sejarah Jawa Barat,” kata Aher usai dirinya menyampaikan Nota Pengantar Gubernur tentang Raperda P2APBD Jabar TA 2016 tersebut.
Dari sektor Belanja Daerah tersebut terealisasi Rp 27,62 Triliun lebih atau sekitar 93,66% dari alokasi anggaran sebesar Rp 29,49 Triliun lebih. Sementara Belanja Tidak Langsung direalisasikan sebesar Rp 21,7 Triliun lebih atau 95,36% dari alokasi anggaran sebesar Rp 22,80 Triliun lebih.
Baca Juga:Pemudik Kehabisan Bensin, Begini Respon Satgas LancarPemprov Jabar – PT. Jabar Bersih Lestari Tandatangani Kontrak Pembangunan TPPAS Luna
Dalam realisasi Belanja Tidak Langsung, selain Belanja Pegawai didalamnya juga termasuk realisasi Belanja Subsidi, Belanja Hibah, Belanja Bantuan Sosial, Belanja Bagi Hasil kepada Kabupaten/Kota, Belanja Bantuan Keuangan kepada Provinsi/Kabupaten/Kota dan Pemerintah Desa, serta Belanja Tidak Terduga.
Sedangkan Belanja Langsung direalisasikan sebesar Rp 5,87 Triliun lebih atau 87,86% dari alokasi anggaran sebesar Rp 6,68 Triliun lebih. “Ini menunjukkan bahwa kualitas perencanaan kita bagus. Kemudian para petugas pelaksana APBD, baik itu di sektor keuangan maupun sektor fiskal, di sektor pembangunan atau belanja sangat bagus,” tutur Aher.
Dalam nota pengantar ini, terungkap juga Laporan Perubahan Saldo Anggaran Lebih untuk Tahun yang Berakhir sampai dengan 31 Desember 2016. Saldo Anggaran Lebih Awal sebesar Rp 3,48 Triliun lebih. Penggunaan Saldo Anggaran Lebih sebagai Penerimaan Pembiayaan Tahun Berjalan sebesar Rp 3,48 Triliun lebih. Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) sebesar Rp 3,34 Triliun lebih. Saldo Anggaran Lebih Akhir sebesar Rp 3,34 Triliun lebih.
