BEKASI – Polres Metro Bekasi gelar launching dan simulasi Satuan Petugas (Satgas) Lancar Jaya di Parking Bay KM 18 Tol Japek, Kecamatan Tambun Selatan, Jum’at (16/06) kemarin. Launching dan simulasi Satgas Lancar ini dipimpin langsung oleh Kapolres Metro Bekasi Kombes Pol Asep Adisaputra, dengan didampingi Kasat Lantas Polres Metro Bekasi, AKBP Heru Purnomo, Kasat Sabhara Polres Metro Bekasi, AKBP K. Sitanggang, Kasie Propam, Kasubbag Humas Polres Metro Bekasi Kompol Kunto Bagus, dan Kapolsek Tambun Kompol Bobby K.
Kapolres menjelaskan, tugas pokok Satgas Lancar ini adalah untuk membantu masyarakat pengguna jalan tol yang jika dalam perjalanannya memerlukan bantuan seperti kempes ban, bensin habis, dan mesin bermasalah. Jika ada permasalahan yang lebih lagi, akan disiapkan juga mobil Derek dan mobil Ambulance. Kemudian Personil Satgas Lancar juga harus bersikap Quick Respond terhadap laporan masyarakat jika terjadi gangguan dalam perjalanan mudiknya.
“Karena Satgas Lancar mempunyai tanggung jawab sebagai Polri untuk memberikan rasa aman dan rasa nyaman terhadap masyarakat, yang dalam hal ini sedang melakukan perjalanan mudik,” ujarnya. Kombes Pol Asep mengatakan, fokus utama Satgas Lancar dimulai dari KM 17 sampai dengan KM 40, tetapi juga memungkinan untuk membantu lebih dari jarak 23 KM tersebut. “Personil Satgas Lancar, 1 (satu) tim ada 3 (tiga) orang. Dengan 1 orang dari Sat Lantas didampingi 2 orang dari Shabara dengan dilengkapi senjata laras panjang,” ucap Kapolres. Personil Satgas Lancar (Sat Lantas Polrestro Bekasi-red) diwajibkan membawa kelengkapan peralatan. Di dalam Box motor personil haruslah terdapat Dongkrak, Senter, Jamper
Accu, Dirigen Bensin isi 5 liter, Corong Bensin, Power Bank, dan kotak P3K.
Baca Juga:Jelang Ibadah Haji, 384 Karom Haji Jabar Ikuti PembinaanLumayan..!! Persika Menang Tipis dari Persibas 3 – 2
“Itu semua merupakan kelengkapan, minimal yang harus ada di dalam box motor personil Satgas Lancar. Karena itu merupakan barang-barang yang paling dibutuhkan masyarakat dalam perjalanan mudiknya,” tukasnya. Setelah itu dilanjutkan dengan simulasi pertolongan bantuan kepada masyarakat. “Skenarionya adalah dimulai dari masyarakat yang melapor kejadian kempes ban dan tidak membawa dongkrak, selain itu mereka juga kehabisan bensin dan adanya permasalahan mesin mobil yang terjadi di Parking Bay KM 18. Kemudian dengan sigapnya setelah mendapat laporan masyarakat, satu tim Satgas Lancar terdekat segera datang ke ke tempat kejadian perkara (TKP). Lalu dengan memberi penghormatan terlebih dahulu kemudian Komandan Regu Satgas Lancar menanyakan kebenaranan laporan dan keperluan masyarakat yang meminta bantuan tersebut. Lalu anggota Satgas Lancar dengan cekatan mengganti ban kempes tersebut dan menggantinya dengan ban serep yang tersedia di mobil.
