PDIP-PCNU Sepakat Bentuk Sejarah Baru di Karawang

PDIP-PCNU Sepakat Bentuk Sejarah Baru di Karawang
0 Komentar

“Persoalan agama, pendidikan, sosial, budaya dan lain-lain, sebenarnya semuanya bisa diselesaikan ketika kaum naionalis dan kaum agamis bisa duduk bersama untuk bermusyawarah. Jika memang Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika kita yakini sebagai ideologi untuk memperserat persatuan dan kesatuan bangsa, maka berangkat dari situ-lah kita akan menjawab semua persoalan bangsa ini,” tutur Karda.

Di tempat yang sama, Ketua PCNU Karawang, KH. Ahmad Ruhyat Hasby mengamini tawaran kerja sama dari Ketua PDI Perjuangan ini. Meskipun ia sendiri merupakan Kakak Kandung dari Ketua DPC PKB Karawang, H. Ahmad Zamakhsyari, namun ia menjamin jika PCNU Karawang di bawah kepemimpinannya tidak akan terlibat dalam politik praktis secara kelembagaan.

“Saya sangat setuju jika teriakan Allahu’akbar dengan Merdeka itu memiliki sejarah tersendiri di republik ini. Secara nasab (keturunan, red) saya memang kakak kandung dari H. Ahmad Zamakhsyari. Tetapi yakinlah jika PCNU Karawang di bawah kepemimpinan saya tidak akan terlibat politik praktis. Buktinya banyak juga pengurus ranting NU Karawang yang merupkan kader PDIP,” katanya.

Baca Juga:Warga Kota Tasik Tumpah Ruah Mengantri Sembako Dari JokowiBaru Tiga Jam, Walikota Bekasi Sudah Dapat 7.900 Pesan Di Ponselnya

Menurut Kang Uyan (sapaan akrab), ia sengaja jika hari ini jajaran kepengurusan PCNU Karawang diisi oleh semua anggota dewan perwakilan dari masing-masing partai politik. Yaitu dengan tujuan ingin mengembalikan NU sebagai rumah besar umat.

“Kemarin buka bersama dengan PKS saya juga ngomong begitu. Maka nanti ke depan silahkan kalau ada momentum politik, PDIP memperkenalkan calon jagoannya kepada pengurus PCNU Karawang. Nanti saya akan undang semua pengurus PCNU sampai tingkat ranting. Pilihan politik itu persoalan individu, saya tidak akan memaksakan pilihan politik kepada kader serta pengurus NU. Karena saya tidak ingin melibatkan NU secara kelembagaan dalam setiap momentum politik,” pungkasnya. (adk)

0 Komentar