KARAWANG – Hubungan antara kaum nasionalis dengan kaum agamis tidak bisa dipisahkan dari sejarah berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Demikian pula dengan kaum nasionalis yang terwakili oleh PDI Perjuangan, serta kaum agamis yang terwakili oleh mayoritas pemeluk agama islam di Indonesia, yaitu Nahdatul Ulama (NU).
Demikian diungkapkan Ketua DPC PDIP Karawang, Karda Wiranata, dalam kesempatan kegiatan buka bersama dengan pengurus PCNU Karawang di kantor partainya, Jumat (9/6). Dalam beberapa momentum tertentu, kata Karda, ia sering merasa sedih ketika ada sekelompok orang yang dengan sengaja ingin menjauhkan silaturahim serta hubungan PDIP dengan NU.
Padahal dalam sejarahnya, hubungan erat antara Ir. Soekarno (Presiden Pertama RI) dengan KH. Hasyim Asy’ari (pendiri NU) begitu sangat harmonis. Bahkan ditegaskan Karda, keduanya tidak bisa dipisahkan dari sejarah perjuangan Kemerdekaan RI.
Baca Juga:Warga Kota Tasik Tumpah Ruah Mengantri Sembako Dari JokowiBaru Tiga Jam, Walikota Bekasi Sudah Dapat 7.900 Pesan Di Ponselnya
“Makanya hari ini saya merasa bangga ketika kedatangan pengurus PCNU Karawang. Mari kita pererat kembali hubungan antara kaum nasionalis dengan kaum agamis, demi menjawab semua persoalan pembangunan di masyarakat,” kata Karda Wiranata.
Dikatakan Karda, ia merasa tidak peduli dengan isu ataupun persoalan politik di masyarakat yang sering menghubungkan serta memanfaatkan bendera nasionalis maupun bendera agamis. Namun ia menghendaki, agar ke depan antara PDIP dengan PCNU Karawang bisa membentuk sejarah baru dalam mengisi kemerdekaan ini.
Sebagaimana telah dicontohkan oleh pendahulu bangsa seperti Ir. Soekarno dan KH. Hasyim Asy’ari. “Persoalan politik nanti apakah warga NU mau memilih calon pemimpin dari PDIP atau calon pemimpin dari partai manapun, terserah. Karena itu semua pilihan masyarakat. Namun saya ingin mengajak kepada PCNU untuk membentuk sejarah baru di Karawang, demi menjawab persoalan pembangunan di masyarakat,” katanya.
Ditambahkan Karda, kerja sama yang bisa dibangun oleh PDIP dengan PCNU sangat banyak. Salah satu contohnya, ke depan PDIP dengan PCNU bisa saja menggelar kegiatan Haul KH. Hasyim Asy’ari dan Gus Dur (KH. Abdurrahman Wahid) dibarengi dengan Haul Ir. Soekarno yang kegiatannya bisa digelar di Tugu Proklamasi Rengasdengklok.
