SETELAH ditemukan tahun 2012 dan menunggu kurang lebih selama lima tahun untuk diproduksi secara massal, produk pil keluarga berencana (KB) untuk pria dari ekstrak tumbuhan Gandarusa (Justicia gendarussa) menemukan jawabannya. Temuan dari tim peneliti Universitas Airlangga itu akan dihilirisasi oleh PT. Harsen Laboratories.
Kesepakatan itu tertuang dalam nota kesepahaman yang ditandatangani kedua belah pihak pada Rabu, (8/3/2017), di Kantor Manajemen, UNAIR Surabaya. “Satu dari ratusan produk milik peneliti UNAIR siap hilirisasi dan dikomersialkan. Mimpi pil KB untuk pria agar dikomersilkan segera terwujud,” ujar Rektor UNAIR Prof. Dr. M. Nasih, S.E., M.T., Ak.
Penandatanganan nota kesepahaman ini dilakukan oleh Rektor UNAIR dan Direktur Utama PT. Harsen Laboratories Haryoseno. Penandatanganan itu disaksikan langsung oleh Direktur Pengembangan Teknologi Industri Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, Dr. Eng, Hotmatua Daulay, M.Eng. Hotmatua menyambut baik kerjasama antara PT Harsen Laboratories dan UNAIR tersebut.
Baca Juga:Terobosan Pemprov Jabar: Bayar Pajak Kendaraan Bisa Lewat HandphoneTak Mau Kalah Oleh Incumbent, Kadinkes Kab Cirebon Daftar Bacabup PDIP
“Kami dari Kemenristekdikti sejatinya senang dengan adanya kegiatan semacam ini. Selamat kepada UNAIR atas hilirisasi ini,” terang Hotmatua. Haryoseno selaku Dirut mengaku bangga ketika pihaknya ditunjuk untuk memproduksi pil dari ekstrak gandarusa ini. Pasalnya, pil KB untuk pria baru pertama kali ada di dunia. Menurutnya, ini adalah terobosan penting untuk diketahui dunia.
“Kita ketahui bersama pertumbuhan penduduk di dunia semakin tinggi. Ini sungguh terobosan penting untuk diketahui dunia. Karena pria juga punya andil untuk program Keluarga Berencana (KB). Kami berharap proyek ini secepatnya bisa kita kerjakan,” tegas Haryoseno. Ia juga berharap, dengan adanya pil KB untuk pria ini, kesejahteraan masyarakat yang diprogram melalui KB yang dicita-citakan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) akan sukses terwujud.
Segera Dikomersilkan
Paling lama dalam satu setengah tahun ke depan, produk akan siap dipasarkan. Hal awal yang akan dilakukan adalah mendapatkan ijin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). “Nanti akan dipasarkan langsung ke Indonesia dan seluruh dunia. Ini pertama kali di dunia, belum ada sebelumnya. Sangat membanggakan bagi UNAIR, khususnya Indonesia,” kata Haryoseno.
