Di Harbin Jabar Tuntaskan Teken MoU Dengan Empat Provinsi Tiongkok

Di Harbin Jabar Tuntaskan Teken MoU Dengan Empat Provinsi Tiongkok
0 Komentar

HARBIN – Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah menuntaskan penandatangan kesepahaman bersama MoU sister province di empat‎ provinsi di Tiongkok setelah secara resmi mengukuhkan sister province dengan Provinsi Heilongjiang di Hotel Garden Hamlet, Harbin, Rabu (10/5/2017) petang waktu setempat. Sebelumnya Jabar secara berturut-turut telah menandatangani tiga MoU sister province bersama Ghuangxi Zhuang, Chongqing dan Sichuan.

Hadir Gubernur Heilongjiang Lu Hao bersama ‎wakilnya, Li Haitao dalam upacara penandatanganan tersebut berserta jajaranya. Sementara itu, seperti penandatanganan sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) didampingi oleh istri, Netty Heryawan, Kepala Pusat Fasilitasi Kerja sama Kemendagri Nelson Simanjuntak, Kepala Biro Pemerintahan dan Kerja Sama Taufik Budi Santoso, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Dadang Mohamad Ma’soem, Kepala Dinas Perhubungan Jabar Dedi Taufik, Wakil Ketua DPRD Jabar Abdul Harris Bobihoe dan Direktur Utama BJB Ahmad Irfan.

Dalam sambutannya, Aher mengatakan, kehadirannya di Heilongjiang merupakan kali kedua setelah 2010 Aher pernah berkunjung ke provinsi beribukota Harbin itu dalam kaitannya menjalin tahapan kerja sama Sister ‎Province tersebut. “Sebagaimana presiden kami Joko Widodo menegaskan, kerja sama luar negeri harus ditingkatkan khususnya dengan Tiongkok. Ini tentu meneruskan kerja sama yang sudah terjadi pada satu tahun lalu kami tingkatkan, baik kerja sama perdagangan, ekonomi, dan kebudayaan,” jelasnya.

Baca Juga:Dorong Pengembangan Wisata, Keraton Perlu Bersinergi Dengan Berbagai PihakSabtu Ini, Ngopi Saraosna Vol. 2 Meriahkan Gedung Sate

Tahun ini perdagangan antara Indonesia dan Tiongkok meningkat menjadi 63 persen. Bahkan di Jabar, investasi Tiongkok meningkat jadi peringkat ketiga setelah menduduki peringkat sembilan. Bahkan wisatawan terbesar Indonesai berasal dari Tiongkok. “Pada saat yang sama, Jabar dan Heilongjiang memiliki kesamaan yaitu penghasil pangan terbesar. Dan kedua provinsi pekerjaannya pertanian dan nelayan. Kita bersyukur pada Maret 2010 lalu antara kita sudah LoI (lettre of intent) untuk jadi sister province. Kami sepakat kerjasama untuk sektor pertanian, perdagangan, wisata, pendidikan, budaya dan ilmu pengetahuan serta teknologi,” paparnya.

‎Melalui perjanjian ini kata Aher, akan jadi payung hukum serta tidak menutup kemungkinan akan berkembang di bidang lainnya. “Saya nanti mengusulkan tindak lanjut kerja sama ini dengan adanya satu tim dari kedua belah pihak untuk merumuskan kerja sama yang lebih kongkret dan partisipastif baik di pemerintahan, ekonomi, bisnis agar lebih detil lagi. Mudah-mudahan kerja sama mendorong kedua provinsi semakin maju bersama-sama dan mensejahterakan masyarakat keduanya,”ucap dia.

0 Komentar