CHONGQING – Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan mengaplikasikan sistem transportasi publik yang berjalan di Kota Metropolitan Chongqing, Tiongkok melalui kerja sama Sister Province yang akan ditandatangani Senin ini. Chongqing bisa menjadi kiblat sistem transportasi yang terintegrasi dan lengkap mulai dari monorel, subway, bus, dan moda transportasi lainnya.
Selain itu, Jabar pun berharap pada Chongqing bisa menjadi jembatan perdagangan untuk memasarkan kopi asal Jabar di Tiongkok dan di dunia pada umumnya. Chongqing merupakan pintu gerbang perdagangan dari Asia ke Eropa. Chongqing pun menjadi pusat perdagangan kopi dunia urutan ketiga.
Kepala Biro Pemerintahan dan Kerja Sama Provinsi Jawa Barat Taufik Budi Santoso menuturkan kedua bidang tersebut menjadi bobot yang cukup tinggi dalam kerja sama antara daerah tersebut.
Baca Juga:Dalam Jangka Dua Hari, Harga Bawang Putih Melambung TinggiRifat Sungkar Do’akan Rinni-Jevin Segera Diberi Momongan
“Latar belakang MoU Sister Provinxe antara Jawa Barat dan Chongqing yaitu rencana Jabar yang akan mengembangkan transportasi dengan moda monorel terutama di Bandung Raya. Itu yang diusulkan kerja sama dengan badan usaha yang ada di Chongqing,” kata dia ketika ditemui di Hotel Glenview, Chongqing, Minggu (7/5/2017).
Menurut dia, pada prosesnya, sebelumnya Jabar dikunjungi oleh delegasi Chongqing ke Jabar pada tahun 2015 lalu. Mereka melakukan LoI (Letter of Intent) di Bandung untuk menyiapkan rencana kerja sama yang lebih luas. “Fokusnya pengembangan perkotaan dan pengembangan layanan transportasi publik di perkotaan. Itu yang difokuskan selain pendidikan dan pariwisata,” ujar dia.
Dalam hal ini, lanjut Taufik, pihaknya ingin mempelajari sistem transportasi perkotaan yang ada di Chongqing. Menurut data analisa sekunder, Chongqing ini lengkap sistem transportasinya mulai dari monorel, subway bus dan moda lain yang disediakan untuk melayani mobilitas warga di sana.
“Monorel di sini beda, kapasitas angkutnya besar. Ini yang ingin kita pelajari sistemnya dulu. Apabila kita aplikasikan di Jabar, mana yang paling pas khususnya untuk metropolitan di Jabar, termasuk di aerocity Kertajati. Kita ingin kota baru di aerocity Kertajati lengkap dengan intermoda yang terintegrasi,” tutur dia.
Mengenai teknologi, lanjut dia, pihaknya pun akan mempertimbangkan yang efektif dan efisien. Di Indonesia memang sudah ada pembuat kereta api, tapi kita ingin lihat di Chongqing untuk mendapat kesimpulan yang paling efektif dan efisien.
