Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Jawa Barat Dedi Taufik menambahkan, pihaknya memang akan menawarkan sejumlah pelabuhan di Jabar yang akan dibangun dan yang di antaranya masih dalam tahap dibangun untuk dikerjasamakan dengan Guangxi Zhuang. “Ya kan kita ada Pelabuhan Patimban, Pelabuhan Ratu Rehional Seaport, Cirebon, Seaport, Cikarang-Bekasi-Laut Inland Waterways, Bojong Salawe Regional Seaport, dan Palangpang Local di Ciletuh,” katanya.
Selain itu, pihaknya pun akan menawarkan kerja sama pengelolaan transportasi bandara di Kertajati nanti kepada Guangxi Zhuang. Mereka bisa menggunakan kendaraan bermerek Wu Ling itu di bandara untuk sarana transportasi di sana. “Misalnya kerja sama pengelolaan selama hitungan tahun yang pastinya itu harus dibicarakan lagi usai MoU ini,” kata dia.
Sementara itu, Wakil Gubernur Guangxi Zhuang mengatakan, pihaknya mengapresiasi atas respon kerja sama dengan Jabar tersebut. “Sekarang Indonesia sedang ada di Zaman yg paling bagus. Strategi jalur sutra Maritim ini cocok dengan strategi kelautan Indonesia juga,” ujar dia.
Baca Juga:Alami Kecelakaan Bersama Temannya, Begini Kondisi Sheila MarciaPetani Karawang Aksi Kubur Diri di Jakarta
Dia menuturkan, provinsinya merupakan satu-satunya provinsi yang berbatasan dengan lautan dan daratan dan dengan Asean. Pihaknya menempati pembangunan strategi di China dan Asean. “Provinsi ini merupakan satu-satu jalan pelabuhan. Sejak tahun 100 SM, kapal-kapal China sudah ke Asean dari pelabuhan ini. Kami sekarang sedang membangun penguhubung jalan laut dan infomasi di Asean atau konektivitas dengan negara-negara Asean,” kata dia.
Di negara Asean, lanjut dia, terdapat 47 pelabuhan yang sudah menjadi anggota perhimpunan pelabuhan di Guangxi Zhuang. “Pelabuhan kami sedang ikut bangun pembangunan di Malaysia dan Brunei. Kami mendorong kapasitas pelabuhan itu dari 30.000 – 50.000 ton dengan cepat. Kami pernah ikut membangun pelabuhan di satu daerah, hanya dalam satu tahun saja, kapasitas pelabuhan itu sudah naik jadi dua kali lipat,” ujar dia.
Diakui dia, salah satu perusahaan pelabuhan indonesia ada yang investasi pada pelabuhan dikota ini, terutama transportasi dalam sungai. “Kami berharap bisa membuka jalur laut dari sini ke Indonesia,”ujar dia.
Selain itu, diakui dia, pihaknya saat ini sedang mempercepat pembangunan kereta cepat yang saat ini trasenya sudah sepanjang 1750 km. Di provinsi tersebut sudah memiliki dua jalur kereta cepat untuk melayani 14 kota. “Kereta cepat itu sudah sangat meningkatkan kesejahteraan rakyat. Kami tahu, di Indonesia sedang bangun kereta cepat Jakarta-Bandung. Kami berharap ketika kami kesana bisa naik kereta cepat dari Jakarta ke Bandung,” ucap dia.
