NANNING – Sistem dan alat transportasi Guangxi Zhuang menjadi isu menarik dalam penandatangan MoU (nota kesepahaman bersama) antara Provinsi Jawa Barat dan Guangxi Zhuang. Jabar sendiri menerapkan pemberlakuan motor listrik di perkotaan serta bakal menawarkan sistem transportasi dan alat transportasi di Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) nanti ke provinsi Guangxi Zhuang.
Ini bukan tanpa alasan, Provinsi yang dipimpin oleh Gubernur Chen Wu itu ternyata memang memiliki sistem transportasi yang sangat berkembang mulai dari industri otomotif yang sudah menghasilkan 2 juta unit pertahun, pelabuhan terbesar di Tiongkok dan sudah beberapa kali mendorong peningkatan kapasitas pelabuhan di negara lain yang bekerja sama dengan mereka, serta kereta api cepat dengan jalur sepanjang 1750 km.
Selain itu salah satu investor otomotif asal Guangxi Zhuang, Wu Ling, telah memiliki pabrik di Bekasi. Saat prosesnya, Gubernur Chen Wu sendiri sempat berkunjung ke Jabar dan bertemu dengan Pemprov Jabar dan inilah yang menjadi cikal bakal sister province yang ditandatangani kedua belah pihak di Li Yuan Resort, Nanning, Jumat (5/5/2017) waktu setempat. Saat itu, penandatanganan dari tuan rumah diwakili oleh Wakil Gubernur Guangxi Zhuang, Zhang Xiaoqin.
Baca Juga:Alami Kecelakaan Bersama Temannya, Begini Kondisi Sheila MarciaPetani Karawang Aksi Kubur Diri di Jakarta
Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) mengatakan, Sister Province ini merupakan kelanjutan pertemuan mereka pada 26 Oktober 2015 ketika gubernur Chen Wu datang ke Delta Mas Bekasi, Jabar. Tahun ini perusahaan otomotif dengan merek produk Wu Ling itu akan diresmikan. “Mudah-mudahan (MoU) ini tonggak kerjasama dengan baik dan disusul kerjasama-kerjasama lainnya,” jelas Aher sebelum penandatanganan MoU.
Diakui dia, pihaknya mengagumi dengan perkembangan sistem transportasi di Guangxi Zhuang yang telah memiliki kereta cepat dengan jarak yang sangat jauh, sementara di Indonesia khususnya baru mau membangun kereta cepat tersebut. “Mudah-mudahan segera terlaksana,” ujarnya.
Selain itu, kata Aher, pihaknya pun siap menjalin kerja sama dalam bidang informatika karena Jabar memiliki pakar-pakar tersebut. Dengan keterbukaan sharing informasi dan teknologi tersebut diharapkan Jabar atau sebaliknya sama-sama bisa lebih maju. “Setelah agreement ini mudah-mudahan ketemu lagi pada peresmian pabrik di Bekasi. Nanti bentuk tim bersama antara Guangxi dan Jabar merumuskan kerja sama yang lebih nyata,” kata Aher.
