Gelar Simulasi, Gedung Sate Siaga Hadapi Bencana

Gelar Simulasi, Gedung Sate Siaga Hadapi Bencana
0 Komentar

KOTA BANDUNG – Bunyi sirine terdengar pagi ini di Gedung Sate, Kantor Gubernur Jawa Barat, Jl. Diponegoro No. 22, Kota Bandung, Rabu (26/4/17). Asap hitam mengepul, serta banyak orang sebagian besar pegawai Pemda Jawa Barat berlarian keluar Gedung Sate menuju tempat titik kumpul aman di halaman depan Gedung Sate akibat gempa.

Petugas keamanan dalam (kamdal) Gedung Sate tampak sibuk mengevakuasi pegawai agar keluar Gedung Sate. Tak lama berselang, datang para petugas Siaga Bencana dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat membantu evakuasi dan menyisir setiap ruangan di Gedung Sate agar benar-benar kosong.

Peristiwa ini adalah bagian dari simulasi bencana yang digelar oleh BPBD Jawa Barat. Pemerintah Provinsi Jawa Barat memandang pemahaman yang baik akan risiko bencana adalah salah satu kunci untuk menghindari jatuhnya korban jiwa. Untuk itu, melalui BPBD peningkatan pemahaman ini akan terus ditingkatkan melalui simulasi.

Baca Juga:Diperkirakan Karangan Bunga Untuk Ahok-Djarot Sudah Mencapai 1000 BuahWarga Miskin Dipaksa Bayar Rp 600 Ribu Untuk Ongkos Bersalin

Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar (Demiz) tampak hadir dan ikut serta dalam simulasi ini. Dia memandang penting simulasi ini, sebagai sarana untuk melatih keterampilan, tidak hanya untuk petugas namun juga bagi masyarakat tertimpa bencana.

“Saya kira simulasi ini sangat penting. Jangan ada alat tapi ga terampil, ga bisa menggunakan. Jadi memang harus dipraktekkan alat-alat yang ada di kita, harus digunakan seperti apa. Jangan sampai disimpan di gudang, begitu ada kejadian kita ga bisa manfaatkan dengan baik,” ujar Demiz disela-sela simulasi.

Kata Demiz, simulasi ini juga sebagai pengingat untuk masyarakat terhadap potensi bencana yang ada di daerah sekitarnya. “Masyarakat juga harus diingatkan potensi bencana di Jawa Barat juga sangat luar biasa, banjir, gempa, longsor, dan lain-lain. Saya kira ini penting, terimakasih kepada BPBD yang sudah melatih anggotanya,” ujar Demiz.

Simulasi ini digelar serentak di seluruh Indonesia, termasuk di BPBD tingkat kabupaten/kota. Demiz menekankan bahwa simulasi adalah cara untuk menanggulangi apabila bencana terjadi, namun hal lain yang diperlukan adalah mitigasi untuk mengurangi terjadinya risiko bencana, baik korban jiwa maupun materi.

0 Komentar