Poin krusial berikutnya terkait Pilkada Serentak 2018 di Jawa Barat adalah menyangkut KTP Elektronik. Berdasarkan Data Konsolidasi Bersih (DKB), agregat Data Penduduk Pemilih Potensial Pemilihan (DP4) untuk Pilkada Serentak 2018 di Jawa Barat ada 31,7 juta pemilih. Terdiri dari 16,08 juta pemilih pria dan 15,68 juta pemilih wanita dengan estimasi pemilih pemula sebanyak 61 ribu pemilih.
Pada sisi lain, masih terdapat sekitar 427 ribu warga Jawa Barat yang datanya tidak tunggal dan sebagian gagal rekam. Penduduk yang datanya masih dalam proses penunggalan sekitar 808 ribu orang, serta penduduk yang masih belum melakukan perekaman sekitar 1,37 juta orang.
Selain Pilkada, hal lain Demiz menekankan pada kesempatan ini, para Da’i agar bisa memperkuat materi dakwah untuk membangun kesadaran umat Muslim. Demiz mencontohkan perlawanan terhadap hoax, yaitu berita sampah, berita palsu, ataupun berita bohong, termasuk berita palsu yang tidak menutup kemungkinan akan banyak beredar di tahun politik. Menurutnya, hal tersebut bisa dilakukan dengan cara lebih bijak dan senantiasa mengedepankan sikap Tabayyun, yaitu check and recheck terhadap berita-berita yang beredar, terutama di media sosial. Untuk memerangi hoax ini juga dapat meneladani sifat-sifat kenabian pada diri Rasulullah, yaitu: Shiddiq, Amanah, Tabligh, dan Fathonah.
Baca Juga:Berantas Pungli Tambang di Bogor, Saber Pungli Jabar Akan Kerjasama dengan PusatJumlah Kerusakan Rumah Gempa Tasik Terus Bertambah
Selain itu, kata Demiz perlu juga diperkuat materi dakwah tentang ajakan kepada masyarakat untuk terus membangun kepedulian dan budaya gotong royong umat Muslim dalam rangka memelihara lingkungan. Masyarakat harus disadarkan bahwa berbagai bencana alam yang melanda sejumlah daerah, merupakan akibat dari rusaknya alam yang disebabkan oleh ulah manusia.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat pun telah berupaya mengembangkan desa berbudaya lingkungan atau ecovillage di sejumlah desa di Jawa Barat, terutama di sekitar DAS Citarum. Untuk itu, para Da’i diharapkan bisa mengajak seluruh komponen masyarakat Muslim untuk bersama-sama menghadirkan komitmen dan aksi nyata dalam menumbuhkan 4 (empat) aspek perilaku masyarakat berbudaya lingkungan, yaitu aspek ekologi, ekonomi, sosial budaya, dan spiritual.
“Salah satu langkah konkrit yang bisa kita lakukan, yaitu dengan gerakan ‘Lima Tidak’ yang terus kita kampanyekan. Tidak Menebang Pohon di hulu sungai, Tidak Membuang Limbah Ternak ke sungai, Tidak Membuang Limbah Rumah Tangga ke sungai, Tidak Membuang Limbah Industri ke sungai, dan Tidak Membuang Sampah apapun ke sungai,” pungkas Wagub. (hms/rls)
