Buka Peluang Masuk Pasar Afrika – Uni Eropa, Jabar Tandatangani Kerjasama dengan Maroko

Buka Peluang Masuk Pasar Afrika – Uni Eropa, Jabar Tandatangani Kerjasama dengan Maroko
0 Komentar

Produk komoditi potensial Jawa Barat yang dapat dipasarkan maupun dikembangkan pemasarannya ke Souss Massa terdiri dari produk kopi dan teh; produk funitur dan kerajinan tangan yang berbahan kayu; pemasaran makanan halal dan kerja sama dalam fasilitasi pemberian label halal pada produk Jawa Barat serta pembukaan bisnis restoran di Maroko; produk alas kaki dan pakaian jadi khususnya produk fashion muslim.

“Kedua, pada bidang pariwisata yaitu dengan adanya kebijakan Indonesia untuk fasilitas bebas visa kunjungan wisatawan Maroko selama 30 hari. Hal ini merupakan kesempatan baik untuk mendorong arus turis dari Maroko ke Indonesia yang juga menjadi peluang bagi Jawa Barat,” katanya.

Ketiga, kata Taufiq, yaitu kerja sama bidang pendidikan dimana universitas, civitas akademika, serta mahasiswa memegang peranan penting didalamnya. “Hubungan ini, diharapkan dapat terbentuk program kerja sama pendidikan berupa pertukaran mahasiswa dan guru, joint lecture, serta sister university,” tambahnya.

Baca Juga:Wagub Tekankan Pengarus-utamaan Lingkungan Hidup dalam Penyusunan RPJMDHasil Survei Terakhir Jelang Pilgub DKI, Ahok – Djarot Unggul

Disebutkan Taufiq, dalam rangka meningkatkan hubungan dagang antar kedua negara, pada tahun 1988 keduanya telah menandatangani kesepakatan perjanjian kerja sama perdagangan. Akan tetapi, dilihat dari total perdagangan antar Indonesia dan Maroko periode tahun 2016 sebesar 158 juta USD, dengan total ekspor non migas 95 juta USD dan total impor non migas 62.3 juta USD. Dari sisi ekspor dan impor non migas menunjukkan surplus perdagangan kedua negara berada di pihak Indonesia.

Jumlah tersebut menunjukkan adanya tren penurunan total perdagangan antar kedua negara dari periode 2015-2016 sebesar 20%. Total perdagangan keduanya masih belum berkembang dan masih relatif kecil jika melihat dari besarnya potensi dan peluang yang ada. Jarak kedua negara yang relatif jauh merupakan salah satu penyebab masih rendahnya nilai perdagangan kedua negara serta peluang masuk produk-produk Indonesia ke pasar Maroko seringkali melalui negara ketiga begitu pun sebaliknya menyebabkan pajak dan konsekuensi harga menjadi tinggi.

Dengan demikian, pembentukan kemitraan di level sub nasional ini diharapkan dapat menambah geliat aktifitas perdagangan antar kedua negara, khususnya Jawa Barat dan Souss Massa. “Oleh karenanya, sesuai arahan Gubernur Jabar, pertemuan ini merupakan momentum yang sangat baik dan strategis untuk kita manfaatkan sebaik-baiknya, terutama dalam upaya peningkatan kerja sama di sektor ekonomi, perdagangan, dan bisnis,” ungkapnya. (hms/rls)

0 Komentar