BANDUNG – Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) dijadwalkan untuk hadir dan menandatangani langsung naskah letter of intent antara pemerintah daerah Provinsi Jawa Barat dengan pemerintah Souss Massa Region pada Selasa (18/4/7) waktu setempat di Meknes, Maroko. Kerjasama yang akan dijajaki adalah di bidang pengembangan usaha kecil dan menengah, perikanan, pariwisata, perdagangan dan investasi, seni dan budaya, pendidikan dan bidang lainnya yang disepakati.
Selain itu, Aher dijadwalkan akan menghadiri pertemuan dengan Presiden Souss Massa Region, Kerajaan Maroko Mr. Brahim Hafidi, Wali Souss Massa Region Mrs. Zineb El Adaoui, dan Rektor Universitas Ibn Zohour Professor Omar Halli.
Turut serta dalam rombongan ini Wakil Ketua DPRD Jabar, Kepala Dinas Penanaman Modal Dan Perizinan Terpadu Satu Pintu Provinsi Jawa Barat Dadang Masoem, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat Hening Widyatmoko, untuk mempresentasikan peluang-peluang bisnis di Jawa Barat.
Baca Juga:Wagub Tekankan Pengarus-utamaan Lingkungan Hidup dalam Penyusunan RPJMDHasil Survei Terakhir Jelang Pilgub DKI, Ahok – Djarot Unggul
Kepala Biro Pemerintahan dan Kerjasama Setda Jabar M. Taufiq Budi Santosa yang turut serta dalam rombongan mengatakan, ini merupakan langkah awal upaya meningkatkan hubungan antarwarga atau “people to people contacts” yang menghasilkan pengertian yang makin besar diantara kedua negara.
“Maroko dipilih karena letak geografisnya yang memungkinkan menjadi pintu gerbang bagi masuknya berbagai produk Indonesia ke sejumlah negara tetangga dikawasan barat dan utara Afrika diantaranya Mesir, Tunisia, Jordania, Uni Arab Emirat, dan sejumlah negara mitra perdagangan bebas lainnya seperti Turki, negara-negara Uni Eropa, dan Amerika Serikat. Diharapkan kemitraan ini dapat menjadi pintu masuk bagi produk-produk ekspor unggulan Jawa Barat ke negara-negara tersebut, dan demikian pula sebaliknya,” jelas Taufiq via telepon dari Maroko, Senin (17/4/17) waktu setempat.
Menurutnya, kunjungan rombongan Gubernur Jabar kali ini merupakan momentum yang sangat baik dan strategis untuk peningkatan kerjasama pada sektor ekonomi, perdagangan, bisnis dan investasi. Bidang yang menjadi fokus, pertama adalah kerja sama pada bidang perdagangan dan investasi yang bertujuan untuk meningkatkan volume perdagangan dengan mengoptimalkan peluang pemasaran produk dan komoditi potensial lainnya yang dapat dipasarkan di kedua wilayah.
