BANDUNG – Puncak penyelenggaraan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Provinsi Jawa Barat tahun 2018 berlangsung hari ini. Kegiatan yang dipimpin Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) ini, dihadiri Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Asman Abnur.
Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengatakan, acara Puncak Musrenbang kali ini, lebih menekankan kepada penyelarasan rancangan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) antara pemerintah pusat, provinsi, hingga Kabupaten/ Kota.
“RKPD 2018 tahun terakhir menyelesaikan amanat-amanat yang tertuang dalam RPJMD termasuk di dalamnya janji Gubernur saat kampanye, yang mendukung pencapaian Visi Pembangunan Jawa Barat Maju dan Sejahtera Untuk Semua. Adapun tema Pembangunan Tahun 2018 adalah ‘Percepatan Pembangunan Manusia Bagi Upaya Peningkatan Daya Saing Menuju Kemandirian Masyarakat’,” kata Ahmad Heryawan di Dago Intercontinental Hotel, Bandung, Kamis (13/04/2017).
Baca Juga:Digerebek Polisi, Kamar Kontrakan Ini Ternyata “Pabrik” Miras OplosanDinsos Bekali Pelatihan Korban Trafficking dan Lansia
Dalam menjunjung nilai-nilai demokratis, dialog yang dilaksanakan bersifat partisipatif dengan pendekatan bottom up, top down, teknokratik dan politis dimulai dari tingkat desa, kecamatan, kabupaten/kota, dan provinsi.
Gubernur juga menjelaskan bahwa penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2018, merupakan tahapan pembangunan terakhir dalam periode Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2013-2018.
Pada acara tersebut sejumlah capaian Kinerja Pembangunan Provinsi Jawa Barat Tahun 2016 pun di paparkan Gubernur Aher. Dimana ditinjau dari pencapaian perekonomiannya, laju pertumbuhan ekonomi Jawa Barat pada tahun 2016 ada diangka 5,67 persen yang berada diatas rata-rata nasional sebesar 5,02 persen, sementara tekanan inflasi Jawa Barat tahun 2016 ada di angka 2,75%.
Adapun pencapaian di bidang ekonomi lainnya, diantaranya Investasi Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) atas dasar harga berlaku sebesar 412 triliyun rupiah lebih. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jawa Barat atas dasar harga konstan (adhk) pada Tahun 2016 mencapai 1.652 Trilyun rupiah lebih. PDRB per kapita (adhk) meningkat dari 25,84 juta rupiah Tahun 2015 menjadi 26,92 juta rupiah pada Tahun 2016.
“Angka kemiskinan Jawa Barat yang pada tahun 2015 sebesar 9,57% Tahun 2016 menurun di angka 8,77 persen. Adapun angka kemiskinan nasional Tahun 2015 sebesar 11,13%, dan Tahun 2016 sebesar 10,70%,” ujarnya.
“Sementara Tingkat Pengangguran Terbuka Jawa Barat Tahun 2015 adalah sebesar 8,72 %, Nasional 6,18%, dan tingkat Pengangguran Terbuka Jawa Barat Tahun 2016 sebesar 8,89 %, Nasional 5,61%,” sambung Aher.
