Temu Teknis PUPM melalui TTI ini digelar dalam rangka sosialisasi program kepada pemangku kepentingan ketahanan pangan provinsi dan kabupaten/kota, masyarakat petani, dan pelaku perdagangan komoditas pangan se-Jawa Barat. Selain itu, sebagai ajang pertemuan antara Gabungan Kelompok/Kelompok Tani sebagai produsen dengan Pedagang Komoditi Pangan sebagai Toko Tani Indonesia (konsumen).
“Tujuannya kita juga ingin melakukan kerjasama yang mengikat dengan menandatangani perjanjian kerjasama antara PUPM dan TTI untuk mewujudkan stabilitas pasokan dan harga,” ucap Dody Firman Nugraha, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Jawa Barat dalam laporannya di acara pembukaan.
Acara temu teknis ini dihadiri sekitar 650 orang peserta. Terdiri dari:
1. Ketua Gapoktan PUPM Tahap Penumbuhan Tahun 2017 (123 orang);
2. Ketua Gapoktan/Poktan PUPM Tahan Pengembangan yang dibentuk Tahun 2016 (77 orang);
3. Penyuluh Pertanian/Petugas Lapang sebagai Pendamping TTI di wilayah Bogor, Kota Bogor, Kota Depok, Kabupaten Bekasi, dan Kota Bekasi (42 orang);
4. Penyuluh Pertanian/Petugas Lapang sebagai Pendamping Gapoktan/Kelompok Tani PUPM Penumbuhan (123 orang);
5. Pedagang Komoditi Pangan selaku Toko Tani di wilayah Bogor, Kota Bogor, Kota Depok, Kabupaten Bekasi, dan Kota Bekasi (200 orang); serta
6. Tim Pembina dan Tim Teknis PUPM Kabupaten/Kota di Jabar (70 orang).
Baca Juga:Lippo Cikarang Raih Penghargaan CSR dari Gubernur JabarSrikandi PDIP Ini Dicap Layak Gantikan Gotas
Pada kesempatan ini, dilakukan pula launching atau Peluncuran Pengiriman Perdana Penguatan Usaha Pangan Masyarakat dari LUPM kepada Toko Tani Indonesia. Peluncuran dilakukan secara simbolis dari Gapoktan Jaya Makmur (Kota Bandung) kepadaToko Kembar (Kabupaten Bogor) dengan komoditi yang dikirimkan yaitu Beras. Lalu dari Poktan Mekar Mulya (Kabupaten Majalengka) kepada Toko Kopamas (Kabupaten Bekasi) dengan komoditi Cabai, serta Poktan Cipta Raharja (Kabupaten Majalengka) kepada Toko Handoko (Kabupaten Bekasi) dengan komoditi Bawang Merah. (hms/rls)
