KARAWANG – Disinggung soal visi misi, Kandidat Ketua PCNU Karawang, KH. Uyan Ruhiyat mengaku jika pencalonannya dalam kesempatan Konfercab NU ke-XX ini ingin “mengembalikan NU ke habibatnya, yaitu pondok pesantren”.
Menurut KH. Uyan, dalam sejarah NU didirikan dan dibesarkan oleh para kiyai pondok pesantren. Akan tetapi pada perkembangannya, NU banyak dilamar orang, sehingga menjadi rebutan untuk kepentingan politik tertentu.
“Karena alasan banyak jam’iyah-nya, akhirnya NU banyak jadi rebutan orang untuk kepentingan politik. Tetapi kalau insya Allah saya terpilih nanti, di jaman tidak akan pernah terjadi hal seperti itu lagi,” katanya, kepada Jabar Publisher, Minggu (19/3).
Baca Juga:Membludak! Ribuan Orang Ingin Jadi PolisiNasdem Resmi Usung Ridwan Kamil untuk Pilgub Jabar 2018
PCNU Karawang di bawah kepemimpinannya nanti, kata KH. Uyan, ia akan merekrut dan membuka lebar pintu PCNU Karawang untuk semua kalangan masyarakat. Sehingga NU ke depan tidak lagi melihat latar belakang kelompok ataupun partai politik.
Adapun terkait NU adalah PKB dan PKB adalah NU, KH. Uyan memiliki pendapat sendiri jika pandangan ataupun pendapat tersebut tidak bisa diterapkan di Jawa Barat khususnya di Karawang. Meskipun faktanya PKB sendiri dilahirkan oleh keberadaan NU.
“Ketika NU dikaitkan dengan PKB, maka pertanyaanya sudah sejauh mana kontribusi PKB kepada NU selama ini. Sehingga NU tidak bisa diklaim begitu saja milik PKB. Sehingga sebagai NU kita tidak bisa eksklusif terhadap salah satu partai politik,” katanya.
Disinggung harapan Ketua PWNU Jawa Barat, KH. Hasan Nuri Hidayatullah yang menginginkan agar setiap tahunnya PCNU bisa melahirkan 2 ribu kader baru dengan cara memulai dakwahnya di tingkat pendidikan Madrasah, KH. Uyan menilai jika harapan tersebut sebenarnya sangat mudah untuk direalisasikan.
“Bahkan saya kira 2 ribu itu sedikit, bahkan bisa lebih. Karena infrastruktur kita (NU, red) sudah sampai tingkat ranting. Selama ini orang jadi ketua NU itu hanya menghadiri acara seremonial misalnya ada undangan dari instansi tertentu tanpa turun ke bawah,” katanya.
“Kalau saya jadi Ketua PCNU Karawang, saya akan road show ke MWC dan ranting. Kita bisa menampung asemua aspirasi yang masuk dari MWC dan ranting. Dengan melakukan hal itu maka dengan sendirinya maka yang namanya kartaNU (kartu identitas anggota NU) itu akan mudah didapatkan. Karena bagi saya KartaNU itu sederhana sajalah,” timpalnya.
