“Di Bandung sendiri, kita tahu memang Bandung cekungan, kalau di Cieunteung, kita lakukan pembebasan tanahnya di sana 8 hektar, kita akan memompa airnya dari Cieunteung ke Citarum. Sedangkan Citarum sendiri sepanjang 32 km kita akan normalisasi,” papar Imam.
Selain itu, kata Imam, yang akan dibuat di Jawa Barat adalah membuat curug Jompong dari aliran sungai Citarum, yaitu berupa terowongan sepanjang 260 meter. Dengan harapan, penyempitan sungai Citarum yang menyebabkan luapan air masuk dan menyebabkan banjir di Kota Bandung dapat tertanggulangi.
“Kita rencananya tahun 2017 ini sudah mulai sungai Cieunteung. Kemudian, sungai Citarum tahun 2018. Sedangkan, untuk terowongan Curug Jompong, kita mulai tahun 2017 ini. Jadi kita harap tahun 2019 semua sudah selesai,” Ungkapnya.
Baca Juga:88 Pelajar Yang Hendak Tawuran Diamankan PolisiNokia 6 Siap Disiksa Untuk Buktikan Kehebatannya
Kepala BNPB Willem Rampangilei mengungkapkan, untuk upaya reforestasi di wilayah DAS, dan sejumlah pembangunan sarana pendukung yang direncanakan tersebut, dibutuhkan dana sekitar Rp 320,6 miliar. Adapun dana tersebut, sesuai arahan Wapres RI Jusuf Kalla katanya, diambil dari dana cadangan penanggulangan bencana yang dimiliki BNPB.
“Bapak Wapres minta karena ini kan situasi darurat, kita butuh lebih cepat, sehingga kita sepakat dari Kementerian Keuangan, Bappenas, semua yang hadir rapat bahwa anggarannya akan diambil dari dana cadangan penanggulangan bencana. Nilainya adalah Rp 320,6 miliar dan itu sudah perintah bapak Wapres bahwa bulan depan sudah harus mulai dikerjakan oleh Kementerian LHK dan Kementerian PUPR,” katanya.
Tetapi, Willem memaparkan, dana sebesar Rp 320 miliar tersebut akan dibagi dua. Dengan perincian, untuk kegiatan serupa di Nusa Tenggara Barat (NTB) diperkirakan sebesar Rp 62,9 miliar, dan untuk di Jawa Barat diperkirakan sekitar Rp 250 miliar. (hms/rls)
