CIREBON – Bupati Cirebon, Sunjaya Purwadisastra mengklarifikasi berkaitan dengan beredarnya pemberitaan soal pertemuan dirinya dengan Ketua Umum PDIP dalam acara di Kedutaan besar Malaysia, dirinya menjelaskan melalui sambungan telepon selulernya bahwa kegiatan waktu itu adalah formatnya hanya jamuan makan malam atas undangan dubes Malaysia kepada Ketua Umum dan Ketua DPP PDIP.
“Acara tersebut formatnya adalah jamuan makan malam atas undangan dubes malaysia kepada Ketua Umum PDIP dan Ketua DPP PDIP dan pada pertemuan tersebut hadir pula Gubernur Sulawesi Utara dan saya,” kata Sunjaya kepada wartawan, Senin (13/3/2017).
Dikatakan Sunjaya, dalam acara tersebut dirinya menegaskan bahwa tidak ada pembicaraan politik dan sepenuhnya acara jamuan makan malam. “Ga ada obrolan politik, hanya jamuan makan malam saja,” tambahnya.
Baca Juga:Bosan di Bumi? Exoplanet Bisa Jadi Rumah Baru ManusiaProtes, KPA Kota Cirebon Minta Kaji Ulang Perpres 124/2016
Lebih lanjut Sunjaya menegaskan, pada waktu itu dirinya duduk bersama dengan para pengurus DPP dan tidak satu meja dengan Ketua Umum. “Saya jelaskan lagi waktu itu saya tidak duduk satu meja dengan ketua umum, saya hanya duduk dengan pengurus DPP saja,” jelasnya.
Masih dikatakan Sunjaya, isu yang menyatakan bahwa dirinya dalam pertemuan jamuan makan malam sekaligus berkomunikasi dengan Ketua Umum PDIP ada lobi – lobi rekomendasi, dirinya menilai itu hanya berita bohong. “Adanya pemberitaan menyangkut rekomendasi adalah berita bohong yang dikembangkan oleh pihak tertentu yang bertujuan tidak baik,” tukasnya.
Terpisah Ketua Paguyuban Caruban Nagari, Dian Hernawa Susanty dirinya ingin sedikit mengklarifikasi bahwa ketua Umum Caruban Nagari yang juga Ketua DPP PDIP, Profesor Rokhmin Dahuri yang pada waktu itu hadir dalam acara penjamuan makan malam, karena bagaimanapun bahwa profesor itu sebagai panita dan itu agenda Bu Mega, bahkan secara kebetulan profesor itu sahabat dekat kedutaan besar Malaysia yang notabenenya mau membicarakan tentang kerjasama untuk pelabuhan Cirebon.
“Saya tegaskan dan ini atas seijin pak Rokhmin. Beliau (Rokhmin Dahuri, red) adalah bukan undangan biasa melainkan beliau ini yang mensondingkan ke Bu Megawati dengan kedutaan besar Malaysia karena beliau ini posisinya dekat dengan kedutaan Malaysia. Dan beliau ini putra daerah yang menginginkan pelabuhan Kabupaten Cirebon itu diaktifkan. Dan alhamdulillah Malaysia merespon,” kata Dian.
