“Selamat mudah-mudahan memberikan manfaat bagi masyarakat Jabar,” ucap Aher.
Kepala Kantor Regional 2 OJK Jabar Sarwono menuturkan OJK mulai berdiri tahun 2011 dan baru beroperasi secara penuh mengawasi industri jasa keuangan pada tahun 2013. Kantor Regional 2 OJK Jabar telah resmi menempati gedung baru sejak 6 Juni 2016 yang sebelumnya berkantor di Gedung Bank Indonesia Perwakilan Jabar di Jalan Braga Bandung.
“Kanreg 2 OJK Jabar sangat memiliki peran strategis, bukan hanya mengawasi perbankan tapi juga pada pasar modal, non bank dan melakukan edukasi serta perlindungan konsumen,” ujar Sarwono.
Industri keuangan di Jabar menurutnya saat ini cukup banyak dan beragam. Terdapat 240 Bank Perkreditan Rakyat (BPR), puluhan kantor bursa efek yang melakukan penawaran dan pelayanan terhadap produk pasar modal, industri keuangan non bank, asuransi, leasing dan lembaga pembiayaan lainnya yang cukup banyak serta berkantor pusat di Bandung.
Baca Juga:Aher: PWI Jabar Harus Kokoh Jadi Pilar Keempat Demokrasi“Jurnalisme Tabayyun” Antarkan Gubernur Aher Raih Pena Emas Dari PWI Pusat
“Tentu saja ini mewarnai dan membuat peran OJK Jabar semakin terasa. Kami bukan hanya ingin mendorong industri keuangan di Jabar berjalan baik tapi juga punya kontribusi nyata terhadap pembangunan perekonomian di Jabar,” jelasnya.Aher Ingin OJK Buka Cabang Di Jabar Selatan
BANDUNG – Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) mengharapkan agar Otoritas Jasa Keuangan (OJK) membuka Kantor Regional cabang di kawasan Jabar bagian selatan.
Ditemui usai meresmikan gedung baru Kantor Regional 2 OJK Jabar di Jalan Ir. H. Djuanda Nomor 152 Bandung, Jumat (10/03/2017), Aher mengatakan, alasan dibukanya Kantor Regional OJK di kawasan Jabar selatan karena memiliki daerah yang luas dan potensi yang besar dalam mengawasi industri keuangan, melakukan edukasi keuangan kepada masyarakat dan mempermudah akses keuangan bagi mereka yang mayoritas berprofesi sebagai petani dan nelayan.
“Saya menyambut baik kalau ada ide dibuat Kantor Regional OJK baru di kawasan selatan Jabar karena daerahnya luas, potensinya tinggi agar industri jasa keuangan makin sehat dan mampu menghadirkan pertumbuhan ekonomi dengan baik,” harapnya.
Hal tersebut menurutnya akan berdampak pada kesejahteraan masyarakat. “Tentu saja dampaknya kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Kalaupun tidak membuka Kantor Regional OJK di kawasan Jabar selatan, Aher meminta agar OJK lebih intensif melayani masyarakat di pelosok. Seperti dengan memanfaatkan teknologi informasi yang saat ini dapat dengan mudah diakses masyarakat atau bekerjasama dengan lembaga yang ada seperti Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
