Cegah Abrasi, Wagub Jabar Inisiasi Tanam Mangrove di Pantai Utara Karawang

Cegah Abrasi, Wagub Jabar Inisiasi Tanam Mangrove di Pantai Utara Karawang
0 Komentar

“Ribuan pelajar terjun langsung untuk turut serta menjadi bagian dari perbaikan ekosistem serta peningkatan kualitas kehidupan di daerah ini,” Ujar Warih.

Turut hadir pada kegiatan Bupati Karawang Cellica Nurachadiana, Staf Ahli Menteri Lingkungan Hidup RI Agus Justianto, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Jabar Anang Sudarna, Kepala BKPP Wil. II Purwakarta Toto Muhammad Toha, Deputi Menko Kemaritiman Agung Kuswandono, dan undangan lainnya.

Hutan Mangrove di Jabar Butuh Perhatian Lebih
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat Anang Sudarna mengatakan bahwa sebagian besar kondisi hutan mengrove di Jawa Barat, perlu perhatian lebih. Pasalnya, banyak kawasan hutan mangrove yang disulap warga sekitar menjadi tambak ataupun dengan eksploitasi lainnya seperti menebangi tanaman mangrove tanpa pembudidayaan, untuk dijadikan komoditas arang karena pasarnya yang cukup tinggi.

Baca Juga:Xiaomi Redmi 4X, Jadi Pangeran Baru Di KelasPT KAI Eksekusi Lahan di Jalan Kartini Cirebon

“Kondisi kerusakan tanaman mangrove cukup mengusik Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Sebab ketiadaannya menimbulkan potensi ancaman bencana alam bagi masyarakat yang tinggal di sekitar bibir pantai,” kata Anang usai kegiatan Penanaman Mangrove dan Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2017, di kawasan pantai Desa Pusaka Jawa Utara, Kec. Cilebar Kab. Karawang, Rabu (01/03/2017).

Anang melanjutkan, bahwa tanpa mangrove, kawasan pinggiran pantai berpotensi terjadi abrasi, yang menyebabkan jumlah daratan di sekitar menjadi berkurang. Artinya lingkungan hidup bagi manusia pun akan tergerus, sedangkan jumlah manusia semakin bertambah banyak.

“Di sini saja (Desa Pusakajaya Utara), kemarin warganya bilang ke saya kalau daratan mereka sudah berkurang sejauh 100 meter. Banyak juga kok sisa-sisa bangunan yang telah rusak akibat abrasi,” ungkap Anang.

Untuk mengatasinya, Anang meminta pihak swasta yang berada di Pantai Utara agar turut berpartisipasi membenahi lingkungan di sekitar pantai.

“Saya tidak meminta uang, tetapi saya minta partisipasi mereka. Sebab kalau lingkungan di Pantai Utara rusak kan yang rugi mereka juga,” ujarnya.

Dia juga meminta warga yang tinggal di bibir pantai untuk tidak menebangi tanaman mangrove yang selama ini dianggap sebagai penyebab hama bagi ikan.

“Bahkan mangrove memiliki kemampuan menyerap gas rumah kaca lima kali lebih besar dibandingkan dengan hutan daratan biasa,” pungkas Anang. (hms/rls)

0 Komentar